Awas! Cuaca Ekstrem Landa Jatim hingga 4 April 2026

Awas! Cuaca Ekstrem Landa Jatim hingga 4 April 2026

Fima Purwanti - detikJatim
Jumat, 27 Mar 2026 10:45 WIB
Hujan angin di wilayah Sidoarjo dan Surabaya
Ilustrasi hujan di Surabaya (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur pada periode 26 Maret hingga 4 April 2026. Masyarakat pun diimbau waspada terhadap hujan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan mengatakan, saat ini sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Namun, sejumlah gangguan atmosfer masih aktif dan berpotensi memicu cuaca ekstrem.

"Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampar adanya gangguan Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin yang akan melintasi wilayah Jawa Timur," ujar Taufiq dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, suhu muka laut menunjukkan secara umum aktivitas penguapan cukup signifikan di Selat Madura.

ADVERTISEMENT

"Juga dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Narelle yang saat ini berada di Samudera Hindia barat Australia, selatan Nusa Tenggara Barat serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif," tambahnya.

Adapun wilayah yang harus waspada antara lain Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Kediri.

Kemudian Kota Kediri, Kota Malang, Kota Madiun, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Probolinggo juga berpotensi terdampak.

Begitupun dengan Kabupaten Sampang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Jember, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Bojonegoro.

Terakhir, Kabupaten Jombang, Kota Batu, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Tuban pun harus meningkatkan kewaspadaan.

Taufiq mengingatkan, cuaca ekstrem tersebut juga dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

"Masyarakat diimbau waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama di wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing," tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui website, radar cuaca, maupun peringatan dini yang diperbarui secara berkala.

"Masyarakat dapat memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca serta informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2-3 jam ke depan yang dibagikan BMKG Juanda," pungkasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads