Sebuah balon udara tradisional yang dilengkapi petasan, jatuh dan meledak di salah satu rumah warga Tulungagung. Akibatnya, beberapa genting hancur.
Peristiwa terjadi di rumah milik Sopingi, warga Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Tulungagung sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, pemilik rumah dikejutkan suara benda jatuh saat di atap rumah.
"Saya tengok ternyata balon udara. Saat jatuh itu muncul api dan semakin membesar," kata Sopingi, Jumat (3/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khawatir api semakin membesar dan membakar rumah, Sopingi berusaha mengevakuasi balon tersebut dengan memanjat tangga dan menyeretnya. Namun, saat ditarik tiba-tiba muncul beberapa kali ledakan.
"Awalnya itu tidak ada ledakan, tapi saat saya seret itulah meledak. Alhamdulillah pecahan genting tidak mengenai saya," ujarnya.
Menurutnya petasan yang meledak berukuran besar. Akibatnya sejumlah genting di tiga ruangan di rumahnya hancur.
"Yang terdampak di dua kamar dan ruangan samping," jelasnya.
Sopingi mengaku tidak mengetahui jika balon udara tersebut dilengkapi rangkaian petasan. Sementara itu, terkait asal muasal balon, ia tidak mengetahuinya.
"Saya tahu ada petasan ketika meledak itu," kata Sopingi.
Sementara itu, Kapolsek Besuki AKP Mokhamad Sansun membenarkan adanya kejadian tersebut. Dari hasil olah TKP, pihaknya mengamankan satu unit balon berukuran 6,5 meter serta sejumlah selongsong petasan. Pada balon udara tersebut terdapat tulisan "Gareng Gank Tengah".
"Saat ini masih kami lakukan penyelidikan. Kalau arah balon ada kemungkinan dari utara, tapi masih kami selidiki," kata Sansun.
(dpe/hil)











































