Fakta-fakta Tragis Balita Tewas Diserang Monyet Tetangga di Pamekasan

Fakta-fakta Tragis Balita Tewas Diserang Monyet Tetangga di Pamekasan

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Jumat, 03 Apr 2026 11:15 WIB
TKP balita meninggal diserang monyet milik tetangga di Pamekasan.
TKP balita meninggal diserang monyet milik tetangga di Pamekasan (Foto: Istimewa)
Pamekasan -

Peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang balita di Pamekasan menyisakan duka mendalam sekaligus perhatian publik. Bocah berusia lima tahun itu tewas setelah diserang monyet peliharaan tetangganya yang lepas dan bertindak agresif.

Insiden ini tidak hanya menyisakan luka bagi keluarga, tetapi juga memunculkan sejumlah fakta penting, mulai dari kronologi kejadian, kondisi korban, hingga penanganan kasus yang kini masih dalam penyelidikan polisi.

Berikut fakta-fakta balita tewas diserang monyet di Pamekasan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Korban Diserang Saat Bermain Bersama Teman

Peristiwa bermula saat korban Muhammad Kenzi (5) bermain bersama dua temannya di rumah pamannya, sebelum tiba-tiba situasi berubah ketika monyet lepas datang secara agresif dan menyerang tanpa sempat dihindari korban.

"Kejadian bermula saat korban bersama dua temannya, Wanda (6) dan Kanza (7) bermain di rumah milik pamannya, Bapak Sali," kata Evan kepada detikJatim, Kamis (2/4/2026).

ADVERTISEMENT

2. Dua Teman Selamat, Korban Tak Sempat Menghindar

Dalam situasi panik, dua anak lain berhasil melarikan diri dengan melompati pagar, sementara korban yang bertubuh lebih kecil tidak mampu menyelamatkan diri hingga akhirnya menjadi sasaran serangan monyet tersebut.

"Tiba-tiba monyet milik warga yang terlepas datang secara agresif dan menyerang. Dua anak berhasil melarikan diri, namun korban tidak sempat menyelamatkan diri," terangnya.

3. Korban Sempat Dilarikan ke RSUD, Namun Meninggal

Akibat serangan brutal tersebut, korban mengalami luka robek serius di bagian paha dan tangan, sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

"Korban sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke Rumah sakit Waru, namun nyawanya tidak tertolong," kata Kapolsek Pasean AKP Gunarto, Kamis (2/4/2026).

4. Monyet Lepas Sejak Sehari Sebelum Kejadian

Dari penelusuran, monyet tersebut sudah lepas sejak sehari sebelumnya menjelang Magrib dan sempat dicari pemiliknya, hingga akhirnya muncul kembali dan menyerang korban di lokasi kejadian.

"Sudah mati, mas. Setelah menggigit korban, monyet itu kembali ke pemiliknya, kan nutut kalau ke pemiliknya. Saat itulah langsung dibunuh. Sebelumnya memang sempat lepas sejak Selasa sore menjelang Magrib dan sempat dicari. Jarak lokasi kejadian dengan rumah pemilik sekitar 400 meter," jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).

5. Monyet Dibunuh Pemilik Usai Menyerang Korban

Setelah insiden terjadi, monyet tersebut kembali ke rumah pemiliknya dan langsung dibunuh dalam kondisi emosi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

"Sudah mati dibunuh oleh pemiliknya. Monyetnya memang kembali ke pemiliknya," lanjutnya.

6. Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Terkendala

Dalam proses penyelidikan, polisi mengalami kendala karena keluarga korban menolak dilakukan autopsi, sehingga penyebab pasti kematian tidak dapat dipastikan secara medis hingga saat ini.

"Mereka masih sepupu. Kami belum menerima pelimpahan kasus. Tanpa autopsi, kami tidak bisa memastikan penyebab kematian, apakah karena rabies, kehabisan darah. Itu harus ditentukan secara medis, sementara keluarga menolak," jelas Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Yoyok Hardianto.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Komplotan Curanmor di Pamekasan Dibekuk, 9 Pelaku Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik] (ihc/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads