Pilu Balita di Pamekasan Tewas Diserang Monyet Tetangga

Round Up

Pilu Balita di Pamekasan Tewas Diserang Monyet Tetangga

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Jumat, 03 Apr 2026 09:00 WIB
Monyet di Pamekasan yang menyerang balita mati dibunuh pemiliknya
Monyet di Pamekasan yang menyerang balita mati dibunuh pemiliknya/Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Peristiwa tragis menimpa seorang balita di Pamekasan, Madura. Bocah berusia lima tahun itu tewas setelah diserang monyet peliharaan tetangganya yang lepas dari ikatan.

Peristiwa nahas itu menimpa Muhammad Kenzi (5), warga Dusun Togur Laok, Desa Sotabar, Kecamatan Pasean, Pamekasan. Ia meninggal dunia usai diserang monyet pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden bermula saat korban bermain bersama dua temannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian bermula saat korban bersama dua temannya, Wanda (6) dan Kanza (7) bermain di rumah milik pamannya, Bapak Sali," kata Evan kepada detikJatim, Kamis (2/4/2026).

ADVERTISEMENT

Saat itu, ketiga anak tersebut tengah asyik bermain seperti biasa. Namun situasi berubah ketika seekor monyet milik warga bernama Saiful tiba-tiba muncul dalam kondisi agresif setelah sebelumnya dilaporkan lepas.

"Tiba-tiba monyet milik warga yang terlepas datang secara agresif dan menyerang. Dua anak berhasil melarikan diri, namun korban tidak sempat menyelamatkan diri," terangnya.

Dua anak lainnya, Wanda dan Kanza, berhasil melarikan diri dengan melompati pagar. Sementara Kenzi yang bertubuh lebih kecil tidak mampu menyelamatkan diri. Ia sempat berusaha bersembunyi ke dalam kamar, namun pintu terkunci hingga akhirnya menjadi sasaran serangan.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek serius di paha kanan dan tangan kanan. Keluarga sempat membawa korban ke RSUD Waru untuk mendapatkan pertolongan medis.

"Korban sempat mendapatkan pertolongan dan dibawa ke Rumah sakit Waru, namun nyawanya tidak tertolong," kata Kapolsek Pasean AKP Gunarto, Kamis (2/4/2026).

Monyet Sempat Lepas Sejak Sehari Sebelumnya

Dari hasil penelusuran, monyet tersebut diketahui telah lepas sejak Selasa (31/3/2026) menjelang waktu Magrib. Pemiliknya sempat melakukan pencarian, namun hewan itu tidak berhasil ditemukan hingga akhirnya menyerang korban keesokan harinya.

Setelah insiden terjadi, monyet tersebut kembali ke rumah pemiliknya. Dalam kondisi emosi, pemilik kemudian membunuh hewan peliharaannya itu.

"Sudah mati, mas. Setelah menggigit korban, monyet itu kembali ke pemiliknya, kan nutut kalau ke pemiliknya. Saat itulah langsung dibunuh. Sebelumnya memang sempat lepas sejak Selasa sore menjelang Magrib dan sempat dicari. Jarak lokasi kejadian dengan rumah pemilik sekitar 400 meter," jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).

"Sudah mati dibunuh oleh pemiliknya. Monyetnya memang kembali ke pemiliknya," lanjutnya.

Polisi Selidiki, Dugaan Kelalaian Didalami

Usai kejadian, pihak Polsek Pasean langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi. Polisi juga mendata pemilik hewan untuk kepentingan penyelidikan.

Kasus ini masih didalami, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pemeliharaan hewan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memelihara hewan, terutama yang berpotensi membahayakan keselamatan orang lain.

Keluarga Tolak Autopsi, Kasus Ditempuh Kekeluargaan

Di tengah proses penyelidikan, muncul kendala karena keluarga korban menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Yoyok Hardianto menyampaikan bahwa tanpa autopsi, penyebab pasti kematian tidak dapat dipastikan secara medis.

"Mereka masih sepupu. Kami belum menerima pelimpahan kasus. Tanpa autopsi, kami tidak bisa memastikan penyebab kematian, apakah karena rabies, kehabisan darah. Itu harus ditentukan secara medis, sementara keluarga menolak," jelasnya (2/4/26)

Diketahui, pemilik monyet dan keluarga korban masih memiliki hubungan kekerabatan. Saat ini, penyelesaian perkara juga diupayakan melalui jalur kekeluargaan dengan mediasi pihak desa.

Meski demikian, polisi memastikan proses penyelidikan tetap berjalan sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari kedua belah pihak.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Heboh Murid Diberi Menu MBG Lele Mentah, Pihak Sekolah Menolak"
[Gambas:Video 20detik]
(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads