Suasana tenang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Sidorukun, Desa Clumprit, Kabupaten Malang mendadak berubah mencekam setelah sebuah pohon beringin raksasa tumbang. Peristiwa ini menjadi sorotan setelah video dampaknya viral di media sosial.
Tak hanya batang pohon yang roboh, sejumlah makam bahkan ikut terangkat hingga memperlihatkan bagian yang diduga jenazah. Kejadian ini pun mengundang perhatian luas.
Berikut faktanya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Beringin Raksasa Roboh Usai Hujan dan Angin Kencang
Pohon beringin berukuran besar yang berada di tengah area pemakaman roboh setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang pada malam hari, sehingga akar besar pohon ikut mencabut tanah di sekitarnya dan berdampak pada makam-makam di sekelilingnya.
Kondisi ini menyebabkan sejumlah makam menyembul ke permukaan tanah hingga memicu kepanikan warga yang melihat langsung dampaknya.
"Kejadiannya sudah lama, 2 minggu sebelum Lebaran. Pohon beringin yang roboh usianya sudah ratusan tahun," ujar modin atau penghulu setempat.
2. Video Viral Perlihatkan Diduga Kain Kafan
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan akar pohon yang terangkat bersamaan dengan tanah, di mana terlihat kain putih yang diduga kain kafan menempel pada bagian akar tersebut dan memicu beragam reaksi warganet.
Banyak warga yang datang ke lokasi untuk memastikan kondisi makam, terutama saat momen Lebaran ketika aktivitas ziarah meningkat.
3. Sejumlah Makam Rusak dan Terangkat
Pantauan di lokasi menunjukkan sisa batang pohon beringin dan akar masih berada di area TPU, sementara beberapa makam terlihat rusak dan terangkat ke permukaan akibat kuatnya tarikan akar saat pohon tumbang.
Meski demikian, kondisi jenazah yang sempat terlihat dalam video viral kini sudah tidak tampak lagi di lokasi saat dilakukan pengecekan langsung.
"Sudah satu minggu memanggil tukang potong pohon untuk membersihkan batang yang roboh," kata Kepala Desa Clumprit, Subur.
4. Evakuasi Dilakukan Bertahap oleh Warga dan Desa
Pihak desa bersama juru kunci makam telah melakukan pembersihan secara bertahap dengan memanggil tukang potong pohon untuk mengatasi batang besar yang menghalangi akses di area pemakaman, meski prosesnya tidak bisa dilakukan secara cepat karena ukuran pohon yang sangat besar. Upaya ini dilakukan secara gotong royong sambil menunggu langkah lanjutan untuk penanganan batang utama pohon.
5. Rencana Gunakan Alat Derek dan Harap Bantuan BPBD
Karena ukuran batang pohon yang terlalu besar untuk ditangani secara manual, pemerintah desa berencana menggunakan alat derek guna mengembalikan posisi batang utama pohon ke tempat semula agar tidak terus merusak area makam. Selain itu, desa juga berharap adanya bantuan dari BPBD Kabupaten Malang untuk mempercepat proses evakuasi yang cukup berat tersebut.
"Rencananya kami akan menderek batang pohon untuk mengembalikan ke tempat asalnya," pungkasnya.
