Petani Diimbau Tak Bakar Jerami Saat Musim Panen

Petani Diimbau Tak Bakar Jerami Saat Musim Panen

Akhmad Zaini Zen - detikJatim
Selasa, 31 Mar 2026 14:15 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Dofir
elaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Dofir/Foto: Akhmad Zaini Zen/detikJatim
Pamekasan -

Memasuki musim panen padi, aktivitas petani di berbagai wilayah Madura kian meningkat. Di tengah melimpahnya hasil panen, kebiasaan membakar jerami usai perontokan masih kerap dilakukan.

Padahal, praktik tersebut dinilai berpotensi menimbulkan polusi udara hingga mengganggu aktivitas masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan pun mengingatkan petani untuk tidak lagi membakar jerami dan mulai memanfaatkannya secara lebih bijak.

Namun, di tengah melimpahnya hasil panen gabah, masih ditemukan kebiasaan petani yang menumpuk jerami usai proses perontokan, lalu membakarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mengimbau para petani untuk tidak melakukan pembakaran jerami pasca panen. Pasalnya, tindakan tersebut dapat menyebabkan polusi udara, terutama jika dilakukan secara serentak.

ADVERTISEMENT

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Dofir menyampaikan, pembakaran jerami dalam jumlah besar dapat menghasilkan asap pekat yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

"Karenanya kami mengimbau agar petani dapat memanfaatkan jerami secara maksimal seperti yang dianjurkan Dinas Pertanian, bukan dibakar seperti tahun sebelumnya yang menyebabkan asap menyebar hingga ke wilayah perkotaan. Hal ini juga berpotensi mengganggu pengguna jalan," ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Selain menimbulkan polusi, pembakaran jerami di pinggir jalan juga berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas akibat terganggunya jarak pandang pengendara.

BPBD juga menekankan bahwa jerami sebenarnya masih memiliki nilai manfaat, salah satunya sebagai pakan ternak setelah melalui proses fermentasi.

Dengan pemanfaatan yang tepat, jerami tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi petani.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads