Pemprov Jatim Perbaiki 26 Jembatan Rusak Diterjang Banjir di Probolinggo

Pemprov Jatim Perbaiki 26 Jembatan Rusak Diterjang Banjir di Probolinggo

M Rofiq - detikJatim
Senin, 23 Feb 2026 17:07 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Probolinggo
Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Probolinggo/Foto: M Rofiq/detikJatim
Probolinggo -

Banjir beruntun yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan permukiman warga. Tercatat sebanyak 26 jembatan rusak di enam kecamatan yang terdampak, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.

Enam kecamatan terdampak meliputi Besuk, Pakuniran, Kotaanyar, Kraksaan, Krejengan, dan Gading. Selain jembatan rusak, banjir juga mengakibatkan 119 rumah terdampak dengan rincian 74 rusak ringan, 38 rusak sedang, dan 7 rusak berat. Tak hanya itu, 29 jaringan irigasi rusak serta 319,13 hektare lahan persawahan terdampak.

Kerusakan tersebut berdampak langsung pada mobilitas warga, perekonomian, serta sektor pertanian yang menjadi penopang utama masyarakat setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Percepatan perbaikan jembatan dan jalur penghubung pun menjadi fokus utama pemerintah, mengingat Hari Raya Idul Fitri tinggal sekitar satu bulan lagi dan mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan.

ADVERTISEMENT

Tim perbaikan infrastruktur telah diterjunkan untuk melakukan evaluasi teknis di lapangan guna menentukan skala prioritas pengerjaan. Titik-titik krusial yang menjadi jalur utama warga dan distribusi logistik diprioritaskan untuk segera diperbaiki.

Merespons kondisi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Probolinggo pada Senin (26/2/2026) untuk meninjau jembatan putus serta fasilitas umum yang rusak akibat banjir bandang.

"Seluruh tim sudah kami siapkan agar proses penanganan bisa berjalan cepat dan terkoordinasi. Saat ini mereka tengah melakukan evaluasi lapangan untuk menentukan langkah prioritas. Arus pergerakan warga saat Lebaran sangat tinggi. Karena itu, titik-titik krusial harus segera ditangani agar aktivitas masyarakat tetap lancar. Waktu satu bulan tentu terbatas, sehingga pengerjaan harus dikebut," ujar Khofifah.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Haris Damanhuri menyatakan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan di lapangan dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Kita belajar dari kesabaran, dan kita akan terus pantau dan turun ke lokasi bencana. Kita akan berkolaborasi dengan Pemprov Jatim dan memprioritaskan pembangunan yang urgen," kata Haris.

Selain meninjau infrastruktur, Gubernur Jatim bersama rombongan juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak berupa perlengkapan pembersih sisa material banjir serta paket kebutuhan pokok. Pemprov Jatim dan Pemkab Probolinggo berkomitmen mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi agar aktivitas masyarakat kembali normal dan dampak ekonomi dapat ditekan.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads