Generasi muda saat ini banyak yang mengalami masalah kesehatan mental. Namun, kawula muda Surabaya mampu mengatasinya lewat seni suara.
Young Buddhist Association (YBA) menggelar acara Grand Mindful Connect 5, teknik olah suara menjadi pintu masuk bagi anak muda untuk mengenal mindfulness bertajuk 'Art as a Path to Stillness'. Kegiatan tersebut menghadirkan Elmand, content creator, aktor, dan penyanyi-penulis lagu, yang memandu lebih dari 50 peserta dari berbagai latar belakang dan agama untuk mengeksplorasi ketenangan melalui napas dan nada.
Ketua Acara Grand Mindful Connect 5, Chesilia Pangestu mengatakan, tantangan terbesar YBA saat ini ialah membuat spiritualitas tetap relevan bagi generasi muda. Apalagi yang sibuk dan rentan terpapar isu mental health.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan kami adalah memberikan point of view baru untuk mengenalkan metode meditasi yang dibawakan dengan cara yang unik, namun tetap tanpa mengubah atau memodernisasi esensi dari ajaran Buddha itu sendiri," kata Chesilia di Ciputra World Surabaya, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, YBA berkomitmen untuk terus melakukan riset terkait metode pendekatan apa yang paling sesuai untuk menjawab sesuai kebutuhan zaman.
"Inilah tantangan yang dijawab YBA, kami terus mencari cara agar spiritualitas bisa dipraktikkan di tengah kesibukan sehari-hari, sehingga generasi muda tertarik untuk terus belajar mengembangkan diri dalam koridor hidup berkesadaran yang sejalan dengan ajaran Buddha," jelasnya.
Mindfulness dalam napas dan nada, Elmand mengajarkan teknik pernapasan diafragma dan humming (bersenandung) layaknya latihan penyanyi profesional. Kesadaran penuh bisa dibangun melalui aktivitas sederhana seperti menyanyi atau melafalkan doa (chanting).
"Saat kita melafalkan doa atau bernyanyi dengan memaknai artinya secara sadar penuh, kualitas suaranya akan berubah total menjadi jauh lebih baik dan menenangkan," kata Elmand.
Pada pengalaman pertama peserta belajar mindfulness melalui seni suara, mampu mendapatkan kualitas kesadaran yang dalam hanya melalui teknik pernapasan dan humming.
Pembelajaran yang didapat, bahwa aktivitas sehari-hari bisa menjadi sarana melepas stres. Teknik napas diafragma dapat membuat pikiran lebih tenang dan hadir secara utuh.
Kehadiran lebih dari 50 anak muda dari beragam latar belakang ini membuktikan bahwa kebutuhan akan ketenangan batin adalah milik semua orang.
"Saya dan YBA berharap, melalui metode yang segar ini, praktik hidup berkesadaran dapat menjadi gaya hidup baru yang melindungi kesehatan mental generasi masa kini," pungkasnya.
(auh/abq)
