Paskah merupakan perayaan penting bagi umat Kristiani untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya. Peristiwa ini menjadi inti iman Kristen, sekaligus simbol kemenangan atas dosa dan mau, sekaligus pengharapan akan kehidupan kekal.
Karena itu, Paskah selalu disambut dengan ibadah dan perenungan akan firman Tuhan. Dalam perayaannya, umat biasanya merenungkan berbagai ayat Alkitab yang mengisahkan perjalanan Yesus, mulai dari Perjamuan Terakhir hingga kebangkitan-Nya.
Ayat Alkitab tentang Paskah
Paskah menjadi momen penting bagi umat Kristiani untuk mengenang wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Peristiwa ini tertulis dalam sejumlah bagian Alkitab, khususnya di kitab-kitab Injil dalam Perjanjian Baru.
Ada beberapa ayat Alkitab tentang Paskah yang kerap dibacakan saat ibadah maupun perenungan. Ayat-ayat ini menceritakan peristiwa Paskah mulai dari penyaliban hingga kebangkitan Yesus pada hari ketiga. Berikut rinciannya.
Perjamuan Terakhir Adalah Awal Pengorbanan (Matius 26:26-29)
Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku".
Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata:
"Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku."
Peristiwa ini terjadi saat Yesus makan bersama murid-murid-Nya sebelum penangkapan. Suasana yang digambarkan tampak seperti perjamuan biasa, namun pada momen itu Yesus justru menyampaikan pesan mendalam tentang pengorbanan yang akan segera terjadi. Roti dan anggur dipakai sebagai simbol tubuh dan darah-Nya.
Melalui perkataan itu, Yesus menegaskan bahwa kematian-Nya merupakan bagian dari rencana keselamatan. Sebagaimana yang pernah tertulis pada Perjanjian Lama. Darah yang 'ditumpahkan bagi banyak orang' menyiratkan makna pengampunan dosa yang menjadi inti iman Kristen.
Pengorbanan Yesus di Kayu Salib (Lukas 23:33-34)
Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.
Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.
Ayat ini menggambarkan detik-detik Yesus disalibkan di Golgota. Ia dihukum mati bersama para penjahat, sebuah hukuman yang pada masa itu diperuntukkan bagi pelaku kejahatan berat. Situasi tersebut menggambarkan berbagai penderitaan fisik dan penghinaan yang dialami-Nya.
Namun di tengah rasa sakit, Yesus justru memohonkan pengampunan bagi orang-orang yang menyalibkan-Nya. Ucapan ini memperlihatkan kasih dan belas kasih yang melampaui kebencian, sekaligus menjadi teladan tentang pengampunan tanpa syarat.
Yesus Wafat dan Dikuburkan (Markus 15:37 dan 46)
Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu.
Kematian Yesus ditegaskan secara jelas dalam ayat ini. Ia benar-benar wafat dan tubuh-Nya diturunkan dari salib. Yusuf dari Arimatea kemudian menguburkan-Nya dengan layak di sebuah kubur batu.
Bagi para murid, momen ini dipenuhi kesedihan dan kebingungan. Harapan yang sempat mereka gantungkan seolah sirna. Namun justru dalam keheningan kubur itulah rencana Allah sedang digenapi, sekalipun murid-Nya masih belum bisa memahami.
Kubur Kosong Menandai Kebangkitan (Yohanes 20:1)
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
Ayat ini menjadi awal kabar sukacita Paskah. Maria Magdalena yang merupakan ibu Yesus datang ke kubur dengan duka. Tetapi ia justru mendapati batu penutup kubur itu sudah terguling. Kubur yang kosong menandakan suatu 'keajaiban' telah terjadi.
Peristiwa ini menegaskan bahwa kematian bukan akhir dari kisah Yesus. Kebangkitan-Nya menjadi inti iman Kristen, sekaligus simbol kemenangan atas dosa dan maut.
Yesus Bangkit dan Memberi Harapan (Lukas 24:6-7)
Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.
Perkataan malaikat ini menegaskan bahwa kebangkitan Yesus bukan kejadian yang tiba-tiba, melainkan sudah dinubuatkan sebelumnya. Para murid diingatkan kembali pada janji yang pernah disampaikan Yesus tentang penderitaan dan kebangkitan-Nya.
Kebangkitan inilah yang menjadi dasar perayaan Paskah. Dari peristiwa ini lahir pengharapan baru bahwa kasih dan kuasa Allah lebih besar daripada kematian. Serta masih ada kehidupan kekal bersama Allah yang menanti setelah kehidupan di dunia ini usai.
Simak Video "Video: Kate dan Pangeran William Absen di Perayaan Paskah Keluarga Kerajaan"
(irb/hil)