Selama libur Lebaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya menangani 77 kejadian. Jumlah tersebut terhitung sejak 18-24 Maret 2026.
Dari total tersebut, mayoritas merupakan kasus evakuasi, sementara kejadian kebakaran tercatat sebanyak 17 kasus.
Berdasarkan data DPKP, kejadian kebakaran selama periode tersebut sebanyak 17 kasus. Rinciannya meliputi empat kebakaran bangunan rumah, tiga kebakaran kendaraan roda empat, dua kebakaran alang-alang, empat kebakaran sampah, serta empat kejadian lainnya. Dari sisi penyebab, delapan kasus dipicu api terbuka, tiga akibat gangguan listrik, dan enam lainnya masih dalam penyelidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara jumlah evakuasi mencapai 60 kejadian. Mayoritas berupa evakuasi hewan sebanyak 29 kasus, disusul evakuasi orang 11 kasus, kendaraan enam kasus, objek alam tujuh kasus, serta objek lainnya tujuh kasus.
Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani mengatakan, selama libur Lebaran, tren penanganan didominasi oleh evakuasi, terutama evakuasi hewan seperti ular yang meningkat seiring musim.
"Kalau kebakaran memang ada, tapi relatif kecil. Bahkan saat petugas tiba, sebagian besar sudah ditangani warga, sehingga kami hanya melakukan pembasahan dan pengecekan," kata Rini, Minggu (29/3/2026).
Selain kebakaran, petugas juga menangani kendaraan terbakar hingga kecelakaan, termasuk mobil terbalik.
Selama periode tersebut, petugas Damkar tetap bersiaga penuh selama 24 jam dengan sistem kerja bergilir. "Sebaran kejadian merata di seluruh wilayah Surabaya. Tidak ada wilayah yang dominan," ujarnya.
Dari sisi kecepatan respons, DPKP Surabaya mencatat waktu tanggap rata-rata sekitar 6,5 menit hingga petugas tiba di lokasi. Hal ini didukung kesiapan sarana dan prasarana yang selalu dalam kondisi optimal.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, DPKP juga terus melakukan modernisasi peralatan. Sejumlah armada baru telah disiapkan, mulai dari mobil pemadam khusus hazmat, robot pemadam kebakaran, hingga kendaraan dengan teknologi compress air foam system (CAFS) berkapasitas besar.
"Peralatan ini kami siapkan untuk menghadapi situasi berisiko tinggi, termasuk kebakaran di kawasan industri atau yang melibatkan bahan berbahaya dan beracun," jelasnya.
Di sisi lain, terdapat pula kejadian unik selama libur Lebaran, seperti permintaan evakuasi ular berukuran kecil hingga penanganan pintu rumah yang macet. Fenomena ini dinilai sebagai indikasi meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Damkar.
"DPKP Surabaya pun mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kondisi darurat melalui layanan 112 atau nomor 081-131-112-112 agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Begitu laporan masuk, langsung kami tindak lanjuti. Petugas selalu siap di lapangan," pungkasnya.
(auh/abq)











































