Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ponorogo melakukan evakuasi tak biasa. Mereka membantu melepaskan cincin yang terpasang di kelamin seorang pria berusia 32 tahun.
Berikut fakta-fakta prose pelepasan cincin di kelamin pria:
1. Berawal RSUD minta toling petugas damkar
Proses pelepasan cincin awalnya dilakukan di RSUD dr Harjono Ponorogo. Namun karena menemui kesulitan, pihak rumah sakit akhirnya meminta bantuan damkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya yang bersangkutan datang ke RSUD untuk minta tolong melepas cincin. Karena mungkin kami dinilai lebih berpengalaman, akhirnya pihak rumah sakit menghubungi Damkar," kata Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, Sabtu (27/3/2026).
2. Cincin berbahan tebal
Menurut Bambang proses pelepasan cukup sulit karena cincin itu berbahan tebal dan terpasang di area yang sangat sensitif sehingga membutuhkan kehati-hatian ekstra.
"Perlu waktu sekitar 1 jam, kami harus benar-benar berhati-hati," ujarnya.
3. Tim damkar potong cincin hingga 2 titik
Ia menjelaskan, tim Damkar harus memotong cincin di dua titik agar bisa dilepaskan. Hal itu berbeda dari penanganan biasanya yang hanya membutuhkan satu titik pemotongan.
"Biasanya cukup satu titik, tapi kemarin sampai dua titik baru bisa lepas karena bahannya tebal," jelasnya.
Selama proses evakuasi, petugas juga memastikan tidak menimbulkan luka pada pasien, mengingat area kelamin memiliki banyak saraf penting.
"Di area itu banyak saraf, jadi kami harus ekstra hati-hati supaya tidak melukai," tambah Bambang.
4. Baru pertama kali tangani kasus potong cincin di kemaluan
Ia menyebutkan penanganan seperti ini tergolong jarang. Selama ini, Damkar lebih sering menangani pelepasan cincin di jari.
"Kalau cincin biasanya di jari, ini baru pertama kali di area tersebut. Jadi pengalaman baru bagi kami," ungkapnya.
Damkar Ponorogo sebelumnya pernah menangani kasus yang mirip. Mereka pernah membantu melepas ritsleting yang menjepit kelamin seorang pria.
5. Cincin di kelamin sudah terpasang lama
Soal penyebab pemasangan cincin itu, Bambang mengaku tidak tahu pasti. Namun berdasarkan informasi awal, pemasangan diduga sudah dilakukan sejak lama.
"Informasi awal pemasangannya sudah lama, tapi kami tidak sempat menanyakan secara detail," pungkasnya.
(auh/abq)
