Warga Banyuwangi Dihajar Bule Rusia gegara Sound System Gebyar Lebaran

Warga Banyuwangi Dihajar Bule Rusia gegara Sound System Gebyar Lebaran

Eka Rimawati - detikJatim
Minggu, 29 Mar 2026 20:15 WIB
Poster
Ilustrasi penganiayaan (Foto: Edi Wahyono)
Banyuwangi -

Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia diduga melakukan penganiayaan terhadap SHN (56), warga Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Peristiwa itu terjadi saat korban tengah mempersiapkan festival Idul Fitri bertajuk "Gebyar Lebaran" di Kelurahan Mandar.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian hidung serta mengeluhkan nyeri pada tulang hidung. Selain itu, pipi kanan korban juga lebam hingga membiru. Saat mencoba membela diri, korban sempat terjatuh hingga lutut kanannya terkilir dan sulit digerakkan.

"Saya dipukul ini hidung saya dan pipi kanan sampai saya terjatuh ini terkilir saya," jelas SHN kepada detikjatim, Minggu (29/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tersebut bermula pada Minggu pagi, saat korban tengah melakukan cek sound untuk perlengkapan acara yang disewa warga Kampung Mandar. Ia tidak menyangka suara sound system miliknya diduga mengganggu WNA Rusia yang merupakan pemilik restoran di kawasan Pantai Boom Banyuwangi.

ADVERTISEMENT

"Tadi pagi itu, saat saya ada di pos tahu-tahu dia datang dan alat-alat saya itu dimatikan semua, mesin-mesin sound saya itu ada yang dicabut juga," tegas SHN.

Merasa kaget, korban berusaha melindungi perlengkapan sound system miliknya yang baru saja diperbaiki. Ia mencoba menjauhkan WNA tersebut dengan cara mendorong, namun aksinya justru dibalas dengan pukulan berulang kali.

"Sebagai pemilik saya melindungi barang saya, itu kan alat-alatnya mahal juga saya takut rusak lagi, itu habis saya benahi kan sampai 10 juta habisnya. Akhirnya bule nya itu saya dorong supaya pergi tidak merusak alat saya gitu lho, saya kan melindungi alat saya," jelasnya lebih lanjut.

SHN juga mengungkapkan bahwa tindakan intimidasi telah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya. Pada Jumat (27/3/2026), WNA tersebut diduga sudah mendatangi korban dan memprotes suara sound system yang dianggap mengganggu, hingga korban memilih mengecilkan volumenya.

Keesokan harinya, Sabtu (28/3/2026), WNA tersebut kembali mendatangi korban saat ia tengah memperbaiki peralatan. Ketegangan sempat terjadi, namun berhasil diredam oleh petugas keamanan Pantai Boom.

"Kejadiannya mulai 3 hari lalu, cerita awalnya itu pak bule nya itu protes katanya suara sound nya mengganggu karena sampai ke cafe nya. Padahal tidak sampai kesana, itu jaraknya kira-kira sekitar setengah kilo dan saya mengalah terus saya kecilin," tegas SHN.

Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polresta Banyuwangi.

Sementara itu, perwakilan kuasa hukum dari WNA Rusia tersebut belum memberikan keterangan karena belum menandatangani surat kuasa pendampingan.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads