Ratusan warga memadati Dam Rowosumo yang berada di Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, setelah dilakukan pengeringan.
Dengan membawa berbagai peralatan seperti jaring, serok, hingga menggunakan tangan kosong, warga beramai-ramai berburu ikan di area dam tersebut.
Warga mendapatkan beragam jenis ikan, seperti gabus, wader, tawes, tombro, hingga kerang. Bahkan, seorang warga berhasil menangkap ikan tombro dengan berat mencapai 4 kilogram.'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini dam Rowosumo, ikan yang banyak mujaer sama wader dan kerang, jadi warga beramai-ramai cari ikan, warga dari mana-mana yang cari ikan," kata salah satu warga, Umiasih, kepada detikjatim, Minggu (29/3/2026).
Pengeringan Dam Rowosumo dilakukan untuk menghilangkan sedimen yang telah menumpuk selama delapan tahun karena belum pernah dikeringkan.
Aktivitas warga yang mencari ikan di Dam yang dikeringkan Foto: Nur Hadi Wicaksono/ detikjatim) |
Selain itu, pengeringan juga bertujuan untuk mengurangi populasi ikan sapu-sapu yang menjadi predator bagi ikan lokal.
"Pengeringan dam untuk menghilangkan sedimen selama 8 tahun serta mengurangi populasi ikan sapu-sapu," kata Ketua Karang Taruna Wonokerto, Nizar.
Setelah proses pengeringan selesai, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lumajang akan melakukan restocking dengan menebar berbagai jenis bibit ikan lokal di Dam Rowosumo.
"Setelah pengeringan nanti kita akan lakukan restoking dengan menebarkan berbagai jenis ikan lokal," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lumajang, Yuli Harismawati.
Dengan langkah tersebut, diharapkan ekosistem perairan terbuka di Dam Rowosumo dapat tetap terjaga.

