Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru mengakibatkan banjir lahar di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu dari gunung tersebut.
Banjir lahar Gunung Semeru dilaporkan terjadi di Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Kedua sungai tersebut merupakan aliran utama yang kerap dilintasi material lahar dari Gunung Semeru.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau warga yang berada di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi banjir lahar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi warga yang berada di sekitar bantaran sungai, imbauannya waspada saat terjadi banjir lahar," ujar Kepala Kedaruratan BPBD Lumajang Isnugroho kepada detikJatim, Jumat (27/3/2026).
Selain itu, para penambang pasir dan batu juga diminta menghentikan aktivitas pertambangan saat banjir lahar terjadi karena berpotensi membahayakan keselamatan.
Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada level III atau siaga.
"Selain itu bagi penambang agar menghentikan aktivitasnya saat terjadi banjir lahar," pungkas Isnugroho.
(auh/hil)
