Djasman, pria lanjut usia (lansia) di Desa Dander, Bojonegoro ditemukan tewas hangus terbakar di dalam kamarnya. Ia diduga tewas saat hendak menyalakan lilin karena listrik padam.
Listrik di desa setempat diketahui padam pada Jumat (27/3) selama seharian hingga malam hari. Korban pertama kali diketahui oleh salah satu keluarganya.
Kapolsek Dander, Iptu Warsito, mengungkapkan api diduga kuat berasal dari sebatang lilin yang dinyalakan korban sekitar pukul 17.00 WIB. Hal ini didasarkan pada keterangan saksi dan olah TKP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP, api bersumber dari lilin yang dinyalakan oleh anak korban, sekitar pukul 17.00 WIB. Lilin tersebut diletakkan di atas meja kayu tanpa alas, tepat di samping tempat tidur korban," ujar Iptu Warsito, Sabtu (27/3/2026).
Nahas, meja kayu tersebut berdiri di atas tumpukan pakaian yang mudah terbakar. Sementara itu, kasur korban yang terbuat dari bahan kapas membuat api cepat merambat.
Menurut Wasito, korban tak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api karena menderita stroke. Kobaran api sempat diketahui warga dan keluarganya.
Setelah padam, keluarganya mencari dan menemukan korban telah hangus terbakar. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak berwenang dan selanjutnya dilakukan olah TKP.
"Korban dalam kondisi hangus terbakar. Mengingat riwayat sakitnya, korban tidak mungkin bisa berjalan menyelamatkan diri saat peristiwa terjadi. Korban terbakar tubuhnya sekitar 95 persen ," tambah Iptu Warsito.
Selain merenggut nyawa, musibah ini menyebabkan kerugian materiil. Pihak keluarga korban memilih untuk menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi.
(auh/abq)











































