Dalam iman Kristiani, terdapat dua peristiwa besar yang saling berkaitan, yakni kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus. Meski sering dianggap satu rangkaian, keduanya memiliki makna dan waktu yang berbeda. Serupa tapi tak sama.
Kebangkitan menjadi dasar iman karena menegaskan kemenangan atas maut. Sementara kenaikan menandai kembalinya Yesus ke surga setelah menyelesaikan karya-Nya di dunia.
Tak hanya itu, kenaikan juga berkaitan dengan janji turunnya Roh Kudus yang menjadi penolong dan penguat bagi para umat selama menjalankan "tugas" di dunia. Berikut penjelasan ringkas dari detikJatim soal perbedaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebangkitan Yesus: Kemenangan atas Maut
Kebangkitan Yesus adalah peristiwa bangkitnya Yesus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban. Injil mencatat bahwa setelah wafat di kayu salib dan dikuburkan, makam Yesus didapati kosong.
Malaikat berkata kepada para perempuan yang datang, "Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring." (Matius 28:6).
Peristiwa ini pertama kali diketahui Maria Magdalena, seorang perempuan yang pernah disembuhkan-Nya dari kerasukan tujuh roh jahat. Yesus kemudian juga menampakkan diri kepada murid-murid-Nya dan percayalah mereka semua.
Dalam 1 Korintus 15:3-4 ditegaskan bahwa Kristus telah mati karena dosa manusia, dikuburkan, dan dibangkitkan pada hari ketiga sesuai Kitab Suci.
Bahkan, Rasul Paulus menegaskan, "Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu, dan kamu masih hidup dalam dosamu," (1 Korintus 15:17). Karena itu, kebangkitan menjadi inti iman Kristen, menegaskan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan kemenangan.
Kenaikan Yesus: Kembali ke Surga
Berbeda dengan kebangkitan, kenaikan Yesus terjadi 40 hari setelah Ia bangkit dari kematian. Dalam rentang waktu tersebut, Yesus menampakkan diri berulang kali kepada para murid dan memberikan pengajaran tentang Kerajaan Allah.
Kisah Para Rasul 1:3 mencatat bahwa Ia menunjukkan diri-Nya dengan banyak bukti bahwa Ia hidup. Pada akhirnya, Yesus terangkat ke surga di hadapan murid-murid-Nya, sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 1:9, bahwa Ia terangkat dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
Markus 16:19 juga menyatakan bahwa Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, yang menunjukkan posisi kemuliaan dan otoritas-Nya. Kenaikan ini merupakan penegasan bahwa Yesus telah dimuliakan dan kembali kepada Bapa.
Selain itu, peristiwa ini juga disertai janji penting, yakni turunnya Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1:8) serta kepastian bahwa Yesus akan datang kembali dengan cara yang sama seperti Ia naik ke surga (Kisah Para Rasul 1:11). Saat itulah disebut "kiamat" atau rapture akan terjadi.
Perbedaan Utama Kebangkitan dan Kenaikan Yesus
Kebangkitan dan kenaikan Yesus merupakan dua peristiwa penting dalam iman Kristiani yang sering dipahami secara berbeda. Meski saling berkaitan, keduanya memiliki makna, waktu, dan peristiwa yang tidak sama, yang dapat dilihat dari beberapa aspek berikut.
1. Waktu Peristiwa
Kebangkitan terjadi pada hari ketiga setelah penyaliban, sedangkan kenaikan terjadi 40 hari setelah kebangkitan. Pada tahun ini kebangkitan Yesus dirayakan pada Minggu 5 April 2026 sedangkan kenaikan Yesus jatuh pada Kamis 14 Mei 2026.
2. Makna Peristiwa
Dalam kebangkitan, Yesus bangkit dari kematian dan menampakkan diri kepada para murid. Hal ini menandakan kemenangan atas dosa dan maut. Sementara saat kenaikan, Yesus terangkat ke surga dan tidak lagi hadir secara fisik di dunia menandakan kemuliaan Yesus sebagai Allah dan turunnya Roh Kudus.
3. Peran dalam Iman Kristen
Kebangkitan menjadi dasar iman dan bukti kehidupan kekal, sedangkan kenaikan menegaskan bahwa Yesus adalah Allah yang berkuasa dan akan datang kembali ke dunia.
4. Keterkaitan Kebangkitan dan Kenaikan
Meski berbeda, kebangkitan dan kenaikan tidak dapat dipisahkan karena keduanya merupakan satu rangkaian karya keselamatan. Kenaikan adalah kelanjutan dari kebangkitan. Tanpa kebangkitan, tidak akan ada kenaikan.
Dalam kebangkitan, Yesus mengalahkan maut, sementara dalam kenaikan, Ia dimuliakan dan ditinggikan di hadapan Allah. Dalam pengertian teologis, kedua peristiwa ini sering dipahami sebagai bagian dari pemuliaan Kristus, di mana kebangkitan menjadi awal dan kenaikan menjadi puncaknya.
Kenaikan juga menegaskan bahwa kebangkitan bukan sekadar kembali hidup di dunia, melainkan masuk ke dalam kemuliaan kekal bersama Allah.
Makna Kebangkitan dan Kenaikan Yesus bagi Umat Kristiani
Bagi umat Kristen, kebangkitan dan kenaikan Yesus memiliki makna rohani yang mendalam. Kebangkitan memberikan pengharapan akan hidup baru dan kemenangan atas maut. Sementara kenaikan menegaskan bahwa Yesus berkuasa dan menyediakan tempat bagi orang percaya, seperti yang tertulis dalam Yohanes 14:2-3:
"Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada"
Selain itu, kenaikan juga membuka jalan bagi turunnya Roh Kudus yang memberi kekuatan bagi umat untuk bersaksi dan hidup dalam iman. Kedua peristiwa ini juga mengandung janji akan kedatangan Yesus kembali di akhir zaman.
Dengan demikian, kebangkitan berbicara tentang kemenangan, sedangkan kenaikan berbicara tentang pemuliaan, dan keduanya menjadi fondasi iman Kristen yang terus dirayakan serta direnungkan hingga kini.
(hil/irb)











































