Sebelum paskah, umat Kristiani terlebih dahulu memeringati Jumat Agung atau pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Peristiwa ini terjadi dua hari sebelum kebangkitannya atau hari paskah.
Jika paskah tahun ini jatuh pada Minggu 5 April 2026, maka Jumat Agung diperingati pada Jumat 3 April 2026. Penetapan tanggal Tri Hari Suci Paskah didasarkan pada perhitungan kalender liturgi yang berkaitan dengan perayaan Paskah Yahudi.
Lantas, apakah hari raya umat Kristen ini termasuk dalam hari libur nasional? Simak penjelasannya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumat Agung 2026 Apakah Libur?
Mengacu pada SKB 3 Menteri terkait Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, Jumat Agung yang jatuh pada Jumat 3 April 2026 dan Paskah pada Minggu 5 April 2026. Kedua hari keagamaan umat Kristiani ini termasuk libur nasional.
Penetapannya sebagai hari libur nasional sudah berlangsung lama, yakni sejak keluarnya Keputusan Presiden Nomor 24 tahun 1953. Pada keputusan presiden ini, total ditetapkan 14 hari libur nasional termasuk Jumat Agung dan Paskah.
Namun sejak 1953 hingga 2023, pada kalender nasional, Jumat Agung tercatat sebagai Wafat Isa Almasih. Barulah di 2024, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengubah kata "Isa Almasih" pada hari libur nasional tersebut menjadi "Yesus Kristus".
Perubahan tersebut merupakan usulan dari Kementerian Agama (Kemenag) atas permintaan umat Kristen dan Katolik di Indonesia. Hingga kini, Jumat Agung tertulis di kalender sebagai "Wafat Yesus Kristus".
Tri Hari Suci Paskah 2026
Perayaan Paskah tidak berdiri tunggal. Ada beberapa hari penting lainnya atau yang kerap disebut sebagai Tri Hari Suci untuk mengenang pengorbanan Yesus sebelum kebangkitan-Nya (hari Paskah). Mengutip laman Kemenag RI, Tri Hari Suci terdiri dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Berikut jadwalnya pada tahun ini:
- Kamis Putih: 2 April 2026
- Jumat Agung: 3 April 2026
- Sabtu Suci: 4 April 2026
- Barulah Paskah dirayakan pada Minggu 5 April 2026.
Makna Jumat Agung bagi Umat Kristen dan Katolik
Jumat Agung merupakan momen yang paling hening diantara perayaan hari-hari menjelang Paskah lainnya. Sebab hari ini memeringati kesengsaraan dan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib sebagai bentuk kasih-Nya kepada umat manusia.
Bukan hanya peristiwa duka semata, Jumat Agung justru menjadi tanda kemenangan Allah atas dosa dan maut. Berikut adalah beberapa poin makna Jumat Agung bagi Umat Kristen dan Katolik
Penebusan Dosa Manusia
Dalam iman Kristiani, pengorbanan Yesus di kayu salib dipahami sebagai penebusan dosa manusia. Ia yang tidak bercela rela menderita demi menyelamatkan umat kesayangan-Nya.
Hal ini tertulis dalam Yesaya 53:5.
"Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."
Umat diajak untuk menyadari besarnya kasih dan pengampunan Allah. Salib yang dahulu menjadi simbol penderitaan, kini menjadi lambang harapan dan keselamatan.
Panggilan Hidup dalam Kebenaran
Selain itu, Jumat Agung juga menjadi panggilan untuk hidup dalam kerendahan hati dan pengorbanan. Yesus menunjukkan teladan ketaatan total kepada kehendak Bapa, bahkan hingga wafat di salib.
Sebagaimana tertulis dalam Filipi 2:8.
"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."
Karena itu, setiap umat wajib memikul "salib" masing-masing dengan setia, mengampuni sesama, serta mengasihi tanpa syarat, sebagaimana Kristus telah mengasihi terlebih dahulu.
Ada Pengharapan Di Balik Penderitaan
Jumat Agung juga mengingatkan bahwa penderitaan bukanlah akhir. Di balik kesedihan yang diibaratkan dengan salib, ada harapan akan kebangkitan.
Seperti tertulis pada Yohanes 3:16.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Dengan demikian, Jumat Agung menjadi momen refleksi iman tentang kasih, pengorbanan, pengampunan, dan harapan akan kehidupan baru dalam Kristus.
(ihc/hil)











































