Titik 0 kilometer Nganjuk ternyata bukan di alun-alun ataupun Simpang Empat Tugu Jayastambha. Melainkan di tepi Jalan Raya Panglima Sudirman, Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk.
Penandanya berupa sebuah bangunan patok setinggi sekitar 70 cm, di sisi utara jalan nasional tersebut. Lebih tepatnya berada di 100 meter sebelah timur perempatan lampu merah terminal lama, yang lebih dikenal Pujahito.
Pantauan detikJatim, Kamis (26/3/2026) sore, patok atau tugu kecil itu dicat warna kuning dan putih. Berdiri di antara deretan pohon di samping trotoar.
Patok tersebut memiliki tiga sisi. Di sisi timur tertulis Cr.Ban 29 yang berarti jarak menuju menuju Caruban, Madiun, ke arah barat sejauh 29 kilometer.
Sedangkan di sisi atas tertulis S.Baya 119, yang berarti jarak menuju Kota Surabaya sejauh 119 kilometer ke arah timur.
Sedangkan di sisi barat tugu tertulis Ng.Juk 0, yang artinya titik nol kilometer Nganjuk.
"Sudah sejak dahulu patok ini ada. Ya cuma tulisan penanda jarak. Tidak ada ornamen atau bangunan lainnya di sekitarnya," ujar Ahmad Adzim, Pengurus Karang Taruna Kelurahan Mangundikaran.
Menurut Adzim, keberadaan tugu atau patok 0 kilometer itu tidak pernah menarik perhatian warga sekitar, maupun pengguna jalan yang melintas.
"Karena memang bentuknya kecil dan tidak mencolok. Tidak seperti di daerah lain, seperti Tugu 0 kilometer Yogyakarta yang terkenal dan sering dijadikan spot foto-foto," ungkapnya.
Karena itu, Adzim berharap pemerintah daerah bisa membangun monumen atau bangunan yang lebih menarik di sekitar titik tersebut.
"Supaya nanti bisa jadi jujukan wisatawan atau pemudik untuk singgah dan foto-foto. Dan lingkungan sekitarnya jadi lebih ramai dan UMKM berkembang," pungkasnya.
Simak Video "Video Ledakan Petasan di Nganjuk Bikin 2 Warga Luka Bakar Parah"
(irb/hil)