Volume Sampah di Kota Malang Turun Saat Lebaran

Volume Sampah di Kota Malang Turun Saat Lebaran

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 26 Mar 2026 23:20 WIB
Ilustrasi tempat pembuangan sampah.
Ilustrasi tempat pembuangan sampah (Foto: Istimewa)
Malang -

Berbeda dengan kota-kota besar lain yang biasanya mengalami lonjakan produksi limbah saat Hari Raya Idul Fitri, Kota Malang sebaliknya. Kota Malang justru mencatatkan tren penurunan volume sampah selama masa libur Lebaran 2026.

Fenomena unik ini dipicu oleh eksodus besar-besaran para mahasiswa yang menempuh studi di 'Kota Pendidikan' tersebut kembali ke kampung halaman mereka masing-masing.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang mengungkapkan bahwa realitas di lapangan ini cukup kontras dengan prediksi awal pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, pihak DLH memperkirakan akan terjadi lonjakan sampah akibat tingginya konsumsi masyarakat di momen libur panjang.

Namun, data terbaru menunjukkan bahwa volume sampah yang masuk ke TPA Supit Urang justru menyusut dari angka normal 550 hingga 600 ton per hari menjadi sekitar 500 ton saja.

ADVERTISEMENT

Menurut Raymond, struktur demografi Kota Malang menjadi faktor penentu utama di balik kondisi ini. Mengingat populasi mahasiswa hampir setara dengan penduduk asli, kepulangan mereka memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas harian kota.

"Jumlah mahasiswa di Kota Malang hampir sama dengan penduduk asli. Bisa dibilang lebih dari 50 persen, mereka kemarin mudik sehingga cukup mengurangi timbulan sampah," jelas Raymond kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).

Meskipun secara akumulatif menurun, konsentrasi sampah terpantau tetap mengalami peningkatan di beberapa titik keramaian tertentu.

Misalnya, kawasan wisata seperti Kayutangan Heritage dan lokasi pelaksanaan salat Id menjadi pusat perhatian petugas kebersihan karena volume sampahnya yang lebih padat dibanding hari biasa.

Menanggapi hal itu, DLH telah menyiagakan puluhan personel di lokasi strategis seperti Masjid Jami' dan Masjid Sabilillah untuk memastikan kebersihan kota kembali terjaga dalam waktu singkat.

Ketangkasan petugas lapangan menjadi kunci agar tumpukan sampah di titik-titik tersebut tidak menetap lama.

Raymond menegaskan bahwa koordinasi tim telah diatur sedemikian rupa melalui sistem pembagian shift kerja yang ketat, terutama di area publik yang ramai pengunjung.

"Seperti di Kayutangan Heritage dan tempat-tempat salat Id, memang meningkat. Tapi kami sudah siapkan petugas, sehingga sebelum pukul 10.00 WIB sudah bersih semua," pungkasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads