Jasa titip (jastip) nyekar yang ditawarkan perantau di Surabaya viral di media sosial dan menuai beragam tanggapan dari netizen. Layanan yang memungkinkan seseorang berziarah ke makam melalui perantara ini memunculkan perdebatan mulai dari dukungan hingga kritik pedas.
Berawal dari unggahan Threads di akun pribadinya @laifaqr pada Minggu (8/3), perantau asal Lampung, Laifa Qodariyanti (27) menawarkan jasa yang terbilang unik, yakni jastip nyekar. Kini pada Rabu (25/3) unggahan tersebut mendapat 869 suka, 212 komentar, 91 bagikan ulang, dan 834 berbagi.
Dalam layanannya, Laifa menyediakan tabur bunga, pembersihan area makam, serta dokumentasi foto dan video sebelum dan sesudah dibersihkan. Ia juga menawarkan kirim doa dengan surah-surah pendek dan bacaan Yasin dengan biaya tambahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian netizen di kolom komentar menilai jastip nyekar bisa menjadi solusi bagi para perantau yang tidak bisa pulang ke kampung halaman di bulan Ramadhan terutama saat momen Lebaran. Mereka menganggap layanan ini membantu menjaga tradisi ziarah sekaligus memastikan makam keluarga tetap terawat.
"Kak semoga Allah selalu mempermudah langkahmu dimapaun kamu berada ya. Ide ini sangat bagus , btw kaya aku yg ortunya dimakamkan berbeda provinsi sm domisiliku sangat terbantu banget dengan adanya jasa ini," ujar @rianakelana, dilihat detikJatim, Rabu (25/3/2026).
"Ga ada yang salah sih, mending dikata jual agama drpd jual narkoba. Cari uang dr hal yg baik drmana salahnya," kata @juliciajulice.
"Tapi kayak gini berguna lho. Soalnya kadang ada TPU yang kasih aturan kalo gak pernah dijengukin makam nya akan kena gusur," ujar @shafirannisas.
"Sayang nya cuma area surabaya, kalau ada yang di jember mau," ujar @gege_sania17.
Namun tidak sedikit pula komentar netizen di Threads yang menyebut kemunculan jastip nyekar ini sebagai praktik jual beli agama.
"Maaf ya, tp ini kyk agak gmn gtu, ibadah kok kesannya diperjual belikan, astaghfirullah cukup jasa nyekar aja npa," kata @titimlyaa.
"Loh" ngeri Agama ada banderol," ujar @ari99640.
"Kalo boleh saran, mending hanya tabur bunga dan pembersihan makam, karna kirim doa bisa dari mana saja dan ga etis juga doa ditarifin," ujar @dyzzhw.
"Astagfirulloh, masa nyekar aja pake jastip sgala ada add on. Nyekar itu personal gk bisa diwakilkan, distulah kita spt bertamu mengunjungi mana ada bertamu fisiknya diwakilkan hadeh aneh2 bgt manusia jaman skrg nyari rezeki sgala diwajarkan, tar ada jasa jastip ketemu dajjal mgkn," ujar @mis****_sag****ius.
Unggahan di platform Threads itu ramai di Instagram saat akun @newdramaolshop membagikan ulang dengan caption "Gen Z ada aja ide bisnisnya" yang sudah menembus 13 ribu suka, 257 komentar, dan 335 bagikan ulang pada Rabu (25/3).
Berdasarkan pantauan detikJatim, mayoritas netizen di Instagram lebih menunjukkan reaksi lucu dan positif meski tidak terlepas dari beberapa komentar serupa di Threads yang menganggap fenomena ini tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Menanggapi komentar warganet, Laifa mengaku dirinya hanya terinspirasi dari unggahan di media sosial yang menunjukkan seorang ojol diminta untuk tabur bunga di makam. Selain itu, Laifa mengatakan bahwa dirinya adalah perantau asal Lampung sekaligus seorang anak yatim yang tidak selalu bisa pulang untuk berziarah ke makam sang ayah.
"Sebagai anak rantau, saya tidak bisa pulang ke Lampung dan nyekar ke makam ayah saya. Jadi saya merasa relate, makanya tertarik membuka jastip ini," tambahnya.
Namun ia juga tidak tutup mata dengan komentar berisikan kritik dan saran. Ia kemudian menerima saran dari warganet sehingga kini dirinya lebih memfokuskan pada perawatan makam dan doa secara umum.
"Sekarang lebih fokus ke nyekar, tabur bunga, pembersihan area makam dan doa yang tulus aja, tidak saya jadikan tambahan berbayar," jelasnya.
(abq/dpe)











































