Viral Jastip Nyekar Selama Ramadan hingga Lebaran di Surabaya

Viral Jastip Nyekar Selama Ramadan hingga Lebaran di Surabaya

Jihan Navira - detikJatim
Rabu, 25 Mar 2026 15:36 WIB
Ilustrasi ziarah kubur atau nyekar.
Ilustrasi. (Foto: ChatGPT)
Surabaya -

Libur Lebaran 2026 telah berlalu. Masyarakat berangsur kembali ke daerah masing-masing untuk melanjutkan aktivitas. Momen Ramadan dan Lebaran 2026 tetap menyisakan beragam kisah menarik, salah satunya praktik jasa titip (jastip) nyekar yang ditawarkan seorang warga di Surabaya.

Layanan jastip ini viral diunggah oleh akun @laifaqr pada Minggu (8/3). Pemilik akun menawarkan jasa yang terbilang unik, yakni layanan jastip atau jasa titip nyekar. Layanan jastip biasanya hanya ditawarkan untuk pembelian barang, tiket, maupun antrean.

"OPEN JASTIP NYEKAR !! Bagi anak rantau yang ga kebagian mudik lebaran tapi ingin ke makam keluarga, jangan bersedih rek kalian bisa jastip nyekar di aku," demikian unggah pemilik akun @laifaqr dilihat detikJatim, Rabu (25/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam layanannya, Laifa menyediakan tabur bunga, pembersihan area makam, serta dokumentasi foto dan video sebelum dan sesudah dibersihkan. Ia juga menawarkan kirim doa dengan surah-surah pendek dan bacaan Yasin sebagai layanan tambahan.

"1. Tabur bunga di makam & 2. Kirim Doa (Al - Fatihah, Al - Ikhlas, An - Nas, Al - Falag) & 3. Pembersihan sekitar area makam / 4. Dokumentasi foto / video makam before - after tg. NOTE : boleh reguest baca Yasin ada tambahan biaya 50k," katanya.

ADVERTISEMENT

Unggahan itu ramai dibanjiri komentar. Banyak warganet yang pro maupun kontra. Sebagian pengguna menilai praktik ini seperti "jual beli agama". Namun tidak sedikit yang mendukung terutama dari kalangan perantau yang tidak bisa pulang. Ada pula yang setuju dengan catatan layanan hanya sebatas membersihkan makam.

Kepada detikJatim, pemilik akun yang bernama Laifa mengatakan dirinya pun menerima saran dari warganet. Saat ini dirinya lebih memfokuskan pada perawatan makam dan doa secara umum. Tidak lagi menerapkan biaya tambahan untuk pembacaan Surah Yasin.

"Sekarang lebih fokus ke nyekar, tabur bunga, pembersihan area makam dan doa yang tulus aja, tidak saya jadikan tambahan berbayar," jelasnya.

Untuk tarif, Laifa mematok harga Rp50.000 untuk jarak hingga 10 kilometer dari lokasinya. Jika lebih jauh, dikenakan biaya tambahan transportasi.

Penawaran jasa titip nyekar di Surabaya yang viral di media sosial.Penawaran jasa titip nyekar di Surabaya yang viral di media sosial. Foto: tangkapan layar)

Sejak membuka jasa tersebut, Laifa mengaku menerima banyak pesanan jastip nyekar. Meski begitu, karena kesibukannya sebagai pekerja penuh waktu akhirnya ia hanya menyanggupi sebagian pesanan.

"Yang DM lumayan banyak, tapi yang saya kerjakan baru belasan. Saya juga seleksi, misalnya kalau nama di batu nisan sudah tidak terlihat, kan susah dicari. Kalau nisannya masih terbaca dan aku masih kebingungan aku tanya ke juru kunci lokasi makamnya di mana," katanya.

Mayoritas pelanggan, lanjut Laifa, merupakan perantau yang tidak berada di Surabaya, baik karena bekerja di luar kota maupun sudah kembali setelah mudik. Meski tidak selalu menceritakan alasan secara rinci, mereka tetap ingin menjalankan tradisi ziarah.

Bahkan, kata Laifa, peminat jasa ini tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga luar daerah. Beberapa di antaranya sempat menanyakan kemungkinan layanan di wilayah Jabodetabek. Menariknya, Laifa juga menerima pesanan untuk makam non muslim. Namun layanan yang diberikan terbatas pada tabur bunga dan pembersihan area makam.

"Kalau yang non muslim hanya minta tabur bunga dan bersihkan rumput. Tidak minta didoakan. Soalnya kan kalau beda server nanti nggak masuk kan kak doanya," jelas Laifa.

Ke depan, Laifa berharap layanan ini tidak hanya hadir saat Ramadhan meski ia mengakui potensi terbesarnya memang bersifat musiman. Ia juga mengaku senang jika idenya menginspirasi orang lain untuk membuka jasa serupa di daerah masing-masing.

"Banyak yang bilang terinspirasi membuka jastip nyekar di daerahnya masing-masing. Saya senang kalau bisa membantu orang lain dapat penghasilan juga," katanya.

Menurut Laifa, nyekar merupakan tradisi yang sudah berlangsung sejak lama sekaligus bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal. Ia menilai makam menjadi satu-satunya rumah yang tersisa bagi jenazah sehingga penting untuk dirawat dan tidak dibiarkan terbengkalai begitu saja.

"Memang doa bisa disampaikan di mana saja. Tapi alangkah lebih baik kalau makam tetap terawat. Kalau tidak bisa datang langsung, jastip nyekar bisa jadi solusi, apalagi biayanya lebih ekonomis dibandingkan pulang kampung," pungkasnya.




(dpe/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads