Pesan Menyentuh Mahasiswa Malang Sebelum Lompat dari Apartemen Soehat

Round Up

Pesan Menyentuh Mahasiswa Malang Sebelum Lompat dari Apartemen Soehat

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 26 Mar 2026 10:15 WIB
Jasad mahasiswa yang bunuh diri di Malang
Jasad mahasiswa yang bunuh diri di Malang/Foto: Istimewa
Malang -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Pesan perpisahan yang diunggah di media sosial menjadi jejak terakhir seorang mahasiswa di Kota Malang. Tak lama setelah kata-kata penuh permintaan maaf itu muncul, kabar duka datang. Ia ditemukan tak bernyawa di lantai dasar Apartemen Soekarno Hatta (Soehat).

Pemuda berinisial CLS (20) tersebut ditemukan meninggal dunia di lantai dasar Apartemen Soekarno Hatta, Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Korban diduga sengaja menjatuhkan diri dari lantai 11 apartemen tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (25/3/2026) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB. CLS diketahui merupakan mahasiswa semester dua di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Malang, berasal dari Sawah Besar, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta mengatakan, dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, korban diduga mengakhiri hidupnya dari kamar di lantai atas.

"Dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, korban sengaja menjatuhkan diri dari kamar nomor 51 yang berada di lantai 11 Apartemen Soehat," ujar Anang Tri Hananta kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).

Berdasarkan data apartemen, korban diketahui datang dan memesan kamar pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Beberapa jam kemudian, saksi di lokasi mendengar suara dentuman keras dari arah atas gedung.

"Saksi yang sedang duduk di lobi mendengar suara seperti benda jatuh dari atas. Saat dicek, ternyata seorang laki-laki. Saksi langsung melapor ke resepsionis dan diteruskan ke pihak kepolisian," jelasnya.

Petugas kepolisian bersama tim terkait segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban. Di tengah proses tersebut, rekan kuliah korban datang ke lokasi dan memastikan identitas CLS.

Dari keterangan saksi, sebelum kejadian korban sempat mengunggah pesan perpisahan di media sosial. Dalam pesan tersebut, ia menyampaikan rasa terima kasih dan permintaan maaf kepada orang-orang terdekatnya.

"Dalam wasiatnya, korban mengucapkan terima kasih dan meminta maaf kepada orang-orang yang disayanginya. Korban juga diketahui sudah memiliki niatan untuk mengakhiri hidup sejak setahun yang lalu," ungkap Anang.

Unggahan tersebut sempat membuat teman-teman korban khawatir. Mereka berusaha mencari keberadaan CLS dengan mendatangi tempat kosnya, namun tidak berhasil menemukannya.

"Teman kuliahnya ini sedang melintas dan melihat keramaian di Apartemen Soehat. Karena curiga, mereka mampir untuk memastikan dan ternyata benar itu adalah korban," tambahnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar untuk penanganan lebih lanjut. Polisi juga telah menghubungi pihak keluarga di Jakarta.

"Keluarga sudah kami hubungi. Rencananya siang ini jenazah akan dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads