Di tengah hiruk-pikuk lalu lalang kendaraan di depan Stasiun Malang, seorang pria paruh baya dengan gaya khas pelancong tampak melangkah santai menuju sebuah tenda megah yang berdiri kokoh di seberang jalan.
Ia bukan pemudik yang hendak pulang kampung. Ia adalah Mark, wisatawan asal California, Amerika Serikat, yang sedang mencari sejenak ketenangan di tengah perjalanan panjangnya mengeksplorasi keindahan Nusantara.
Langkah Mark terhenti di Pos Pelayanan (Pos Yan) Operasi Ketupat Semeru 2026 milik Polresta Malang Kota, Selasa (24/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alih-alih merasa sungkan, Mark justru disambut hangat dengan senyuman dan sapaan akrab dari petugas yang berjaga.
Salah satu personel Satlantas Polresta Malang Kota, Ipda Farras Adyaksa, datang menyambut kehadiran Mark.
Tidak ada kesan kaku, dalam hitungan menit, Mark sudah duduk nyaman dengan segelas kopi hangat di tangannya.
Secangkir kopi dipegang Mark, menjadi salah satu layanan gratis di Pos Pelayanan tersebut.
"Um, Sir, would you mind if we asked you to say your thanks to the Indonesian National Police for the traffic management? (Pak, apakah Bapak keberatan jika kami meminta Bapak menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia atas pengaturan lalu lintasnya)," tanya Ipda Farras membuka percakapan dengan nada santai.
Sambil menyeruput kopi, Mark mulai bercerita. Pengalamannya menembus kemacetan dari Bali hingga Banyuwangi di tengah momentum perayaan Nyepi dan Idul Fitri 1447 H bukanlah perkara mudah.
Namun, ada satu hal yang membekas di benaknya: kehadiran petugas di titik-titik krusial.
"I think you guys do a really good job everywhere (Saya rasa kalian melakukan pekerjaan yang sangat baik di mana-mana)," cetus Mark tulus.
Pria berusia 58 tahun itu sempat berbagi kisah perjalanannya. Saat berada di jalanan pedesaan Bali Utara, ia sempat merasa waswas karena tidak melihat adanya petugas di tengah antrean panjang bus.
Namun, pandangannya berubah drastis saat mendekati gerbang Pelabuhan Gilimanuk.
"There was no police until we got very close to the gate of Gilimanuk, and then it was like everybody, police everywhere (Tadinya tidak ada polisi sampai kami tiba sangat dekat dengan gerbang Gilimanuk, dan setelah itu rasanya seperti semua orang adalah polisi, polisi ada di mana-mana)," kenangnya sambil menggerakkan tangan, menggambarkan betapa sigapnya petugas mengatur arus kendaraan yang membludak.
Sambil menunjukkan rekaman video dari ponselnya sebagai bahan evaluasi, Mark mengaku kagum dengan respons cepat pemerintah dan Polri.
Ia bahkan mengikuti pemberitaan internasional mengenai permohonan maaf pemerintah Indonesia atas kemacetan yang terjadi, yang baginya adalah bentuk transparansi dan tanggung jawab yang luar biasa.
Kehadiran Mark di Pos Pelayanan Polresta Malang Kota menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kepolisian saat ini telah melampaui batas-batas birokrasi.
Di bawah komando Polresta Malang Kota, Operasi Ketupat Semeru 2026 memang mengedepankan sisi preventif dan humanis.
Mulai dari pemasangan water barrier untuk mencegah kemacetan akibat crossing, bantuan bagi korban kecelakaan, hingga evakuasi kendaraan mogok yang dilakukan tanpa lelah oleh para petugas di lapangan.
Bagi Mark, perjalanannya ke Malang bukan sekadar tentang destinasi wisata, melainkan tentang rasa aman yang ia dapatkan dari wajah-wajah ramah di balik seragam Polri.
Di Pos Pelayanan Stasiun Kota Baru, Mark menemukan lebih dari sekadar tempat istirahat, ia menemukan keramahan Indonesia yang sesungguhnya.
