Ribuan Penumpang Padati Terminal Seloaji Ponorogo Saat Puncak Arus Balik

Ribuan Penumpang Padati Terminal Seloaji Ponorogo Saat Puncak Arus Balik

Charolin Pebrianti - detikJatim
Selasa, 24 Mar 2026 19:40 WIB
Puncak Arus Balik di Terminal Seloaji, Ribuan Penumpang Padati Bus ke Surabaya-Jakarta
Puncak Arus Balik di Terminal Seloaji, Ribuan Penumpang Padati Bus ke Surabaya-Jakarta. (Foto: Charolin Pebrianti/detikJatim)
Ponorogo -

Arus balik Lebaran di Terminal Seloaji Ponorogo mencapai puncaknya pada Selasa (24/3) siang. Ribuan penumpang memadati terminal dengan tujuan berbagai kota besar, seperti Surabaya, Jakarta, hingga luar Pulau Jawa.

Kepala Terminal Seloaji, Dendy Trias Surendra mengatakan, lonjakan penumpang sudah terlihat sejak tengah malam.

"Siang ini di terminal merupakan puncak arus balik. Tujuan penumpang menuju Surabaya, Jakarta, maupun luar Jawa. Sampai pukul 00.00 WIB tadi, armada yang berangkat sebanyak 269 bus dengan jumlah penumpang mencapai 5.323 orang," ujar Dendy, Selasa (24/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia memperkirakan jumlah penumpang masih akan terus bertambah hingga sore dan malam hari.

"Ada tambahan sekitar 6.000 sampai 7.000 penumpang. Siang sampai sore atau malam bisa terjadi lonjakan arus balik dari Ponorogo ke Surabaya atau Jakarta," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Lonjakan ini menyebabkan penumpukan penumpang di dalam terminal. Bahkan, sejumlah penumpang terpaksa menunggu karena tidak kebagian tempat di bus.

"Banyak penumpang menunggu karena tidak muat. Terjadi penumpukan penumpang, terutama yang sudah menunggu sejak malam tadi," katanya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihak terminal telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk penambahan armada bus.

"Kami sudah menyiapkan tambahan armada untuk mengangkut penumpang, terutama yang sudah menunggu. Hari ini kami siagakan tambahan perjalanan, termasuk rute Ponorogo-Madiun," paparnya.

Dendy juga mengungkapkan kondisi lalu lintas turut mempengaruhi ketersediaan armada. Kemacetan di sejumlah titik membuat waktu tempuh menjadi lebih lama.

"Perjalanan bisa molor hampir satu jam karena macet. Armada dari Surabaya yang seharusnya datang jadi terlambat, sehingga bus yang tersedia menjadi terbatas," imbuhnya.

Sebagai solusi, pihak terminal juga menggandeng bus alternatif, baik angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), maupun bus pariwisata.

"Ada sekitar 20 sampai 30 armada tambahan yang disiapkan. Bahkan total penambahan mencapai 100 bus dari AKAP, AKDP, dan bus pariwisata untuk mengurai kepadatan penumpang yang melebihi kapasitas," pungkasnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads