Mudik Lebaran 2026 menjadi perjalanan yang sarat makna bagi Mahfud Md. Mantan Menko Polhukam itu tak sekadar pulang kampung ke Pamekasan, Madura, tetapi juga menyusuri kembali jejak masa kecil sekaligus mempererat ikatan keluarga besar.
Beragam kegiatan dijalani Mahfud selama di kampung halaman, mulai dari nostalgia kuliner legendaris hingga agenda religius bersama keluarga. Momen-momen ini tak hanya menghangatkan kenangan, tetapi juga mempertegas akar genealogis dan nilai-nilai yang diwariskan lintas generasi.
Berikut 5 momen penting Mahfud Md saat mudik ke Pamekasan:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Nostalgia ke Warung Legendaris Sudi Mampir
Mahfud menyempatkan diri menyusuri gang kecil di sekitar Monumen Arek Lancor untuk mengunjungi Depot Sudi Mampir, warung legendaris era 1970-an yang menjadi langganannya sejak kecil, sekaligus menikmati kembali es setrup kacang yang membangkitkan kenangan masa lalu.
Perpaduan santan gurih dan sirup merah manis di tempat ini seolah menjadi mesin waktu bagi Mahfud.
Kunjungan ini bahkan disebut sebagai permintaan khusus Mahfud untuk mengobati kerinduan terhadap suasana masa kecil yang sederhana namun penuh kesan.
"Itu kemarin sore (22 Maret 2026), beliau sendiri yang ngajak, sengaja datang ke Sudi Mampir, kangen suasana masa kecil katanya," terang keponakan Mahfud Md, Firman saat dihubungi detikJatim, Senin (23/3/2026).
2. Ziarah ke Makam Orang Tua di Desa Plakpak
Selain bernostalgia, Mahfud juga menjalankan tradisi ziarah kubur dengan mengunjungi makam kedua orang tuanya di Dusun Seccang, Desa Plakpak, sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada leluhur.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian mudiknya, mencerminkan nilai spiritual dan kedekatan emosional terhadap keluarga yang telah berpulang.
3. Silaturahmi ke Keluarga Sepuh
Mahfud juga menunjukkan sikap takzim dengan mengunjungi bibinya yang telah berusia lebih dari 80 tahun serta berkumpul di rumah kakak kandungnya, menjaga hubungan kekeluargaan tetap hangat di tengah kesibukannya di ibu kota.
Interaksi ini menjadi wujud nyata penghormatan kepada keluarga besar sekaligus mempererat tali silaturahmi lintas generasi.
4. Pembacaan Manaqib Bersama Keluarga Besar
Puncak kegiatan berlangsung di Hotel Puteri Pamekasan dengan agenda pembacaan manaqib yang dipimpin tokoh agama setempat, yang diikuti seluruh keluarga besar sebagai bentuk doa dan refleksi spiritual.
Acara ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami asal-usul keluarga, termasuk garis keturunan Mahfud yang terhubung dengan ulama besar Madura hingga Walisongo.
5. Sarapan Khas Madura Bersama Ulama dan Keluarga
Rangkaian mudik ditutup dengan sarapan bersama di kediaman keluarga di Kelurahan Bugih, di mana Mahfud menjamu ulama dan kerabat dengan hidangan khas Madura seperti nasi pasar, campur, dan kaldu.
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai momen penutup tersebut sebelum Mahfud kembali ke rutinitasnya, meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga yang berkumpul.
"Sebagai penutup rangkaian kegiatan Lebaran Om Mahfud, tadi pagi dilaksanakan sarapan bersama di rumah nenek saya, dihadiri sejumlah ulama dan keluarga. Semoga seluruh rangkaian kegiatan tersebut mendapat barokah dari Allah SWT," pungkas Firman.
Simak Video "Video Mahfud Md: Cucu Saya Keracunan MBG"
[Gambas:Video 20detik]
(auh/hil)











































