Nostalgia Mahfud Md Nikmati Es Jadul Saat Mudik ke Pamekasan

Round-Up

Nostalgia Mahfud Md Nikmati Es Jadul Saat Mudik ke Pamekasan

Denza Perdana - detikJatim
Selasa, 24 Mar 2026 08:00 WIB
Mahfud MD bersama keluarga dan teman masa kecil menikmati kuliner di sedih mampir
Mahfud Md bersama keluarga saat mudik ke Pamekasan. (Foto: Akhmad Zaini Zen/detikJatim)
Pamekasan -

Mudik Lebaran tahun 2026 menjadi momen yang emosional bagi Mahfud MD. Mantan Menko Polhukam ini memilih pulang ke kampung halamannya di Pamekasan, Madura, bukan sekadar untuk beristirahat tetapi untuk merajut kembali memori masa kecil dan memperkuat akar silsilah keluarga besarnya.

Mahfud MD melakukan serangkaian kegiatan di Bumi Gerbang Salam. Mulai dari menyusuri gang sempit untuk mengunjungi warung legendaris langgananannya sejak masa kanak-kanak hingga pembacaan manaqib yang sakral.

Di sebuah gang kecil di sebelah barat Monumen Arek Lancor, Mahfud mengunjungi Depot 'Sudi Mampir'. Ini adalah sebuah warung legendaris era 1970-an yang terkenal dengan es setrup kacang yang khas. Perpaduan santan gurih dan sirup merah manis di tempat ini seolah menjadi mesin waktu bagi Mahfud.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keponakan Mahfud, Firman, menyebut kunjungan ini adalah permintaan khusus dari sang paman demi mengobati rasa rindu.

ADVERTISEMENT

"Itu kemarin sore (22 Maret 2026), beliau sendiri yang ngajak, sengaja datang ke Sudi Mampir, kangen suasana masa kecil katanya," terang Firman saat dihubungi detikJatim, Senin (23/3/2026).

Selain itu, Mahfud bersama keluarga juga melakukan agenda wajib saat mudik, yakni ziarah kubur. Dia bertolak ke Dusun Seccang, Desa Plakpak, untuk nyekar ke makam kedua orang tuanya, H. Mahmoddin Prawiro Truno dan Hj. Chodijah.

Mahfud MD saat Lebaran di PamekasanMahfud MD saat Lebaran di Pamekasan. (Foto: Akhmad Zaini Zen/detikJatim)

Tak berhenti di situ, Mahfud menunjukkan sisi takzimnya dengan mengunjungi sang bibi, Sadrini, yang kini telah berusia lebih dari 80 tahun. Ia juga menyempatkan diri berkumpul di rumah kakak kandungnya, Zahratun, untuk menjaga tali silaturahmi tetap hangat.

Puncak kegiatan keluarga berlangsung di Hotel Puteri Pamekasan pada malam hari. Di sana, Mahfud mengumpulkan keluarga besarnya untuk mengikuti pembacaan manaqib yang dipimpin oleh Abd Hamid Roqib Suryodirjo.

Acara ini bukan sekadar doa bersama, melainkan edukasi bagi generasi muda tentang asal-usul mereka. Terungkap bahwa secara genealogis, Mahfud MD merupakan keturunan ulama besar Madura, yakni dzurriyah Sunan Cendana dari Kwanyar, Bangkalan, yang memiliki garis keturunan hingga Walisongo.

Rangkaian mudik ditutup dengan suasana penuh keakraban pada Minggu pagi (23/3/2026). Di kediaman keluarga di Kelurahan Bugih, Mahfud menjamu sejumlah ulama dan kerabat dengan menu sarapan khas Madura seperti nasi pasar, campur, hingga kaldu yang menggugah selera.

Momen sarapan bersama ini menjadi penutup yang manis sebelum Mahfud kembali ke rutinitasnya di ibu kota.

"Sebagai penutup rangkaian kegiatan Lebaran Om Mahfud, tadi pagi dilaksanakan sarapan bersama di rumah nenek saya, dihadiri sejumlah ulama dan keluarga. Semoga seluruh rangkaian kegiatan tersebut mendapat barokah dari Allah SWT," pungkas Firman.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads