Pada momen Lebaran ini, sosok pengusaha pemilik PT Bawang Mas Group yang dikenal sebagai Sultan Madura, Haji Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her diterpa isu tidak sedap. Namanya dicatut dalam sebuah pamflet penipuan berhadiah yang kini beredar di masyarakat.
Pamflet itu menjanjikan hadiah uang tunai hingga ratusan juta rupiah. Dalam isi selebaran, pelaku mengatasnamakan Haji Her dan menyatakan korban terpilih sebagai pemenang hadiah sebesar Rp80.000.000. Namun, untuk mencairkan hadiah tersebut, korban diminta melakukan "pengaktifan" dengan cara mentransfer uang sebesar Rp500.000 ke rekening tertentu.
Berikut kutipan isi pamflet tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya Haji Her mengucapkan selamat kepada pemenang yang telah terpilih mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp80.000.000. Melalui surat resmi ini saya menyampaikan bahwasanya sebelum menerima uang hadiahnya pemenang diwajibkan melakukan pengaktifan hadiah terlebih dahulu sebesar Rp500.000. Pemenang tidak perlu khawatir karena dana pengaktifan hadiah tersebut hanya bersifat sementara dan akan dikembalikan bersama dengan hadiahnya yang tertotal menjadi Rp80.500.000..."
Modus ini diduga bertujuan menipu korban dengan dalih administrasi, padahal pada akhirnya korban diminta menyetor sejumlah uang ke rekening pelaku.
Menanggapi hal tersebut, H. Her dengan tegas membantah keterlibatannya. Ia menegaskan bahwa informasi dalam pamflet tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.
"Tolong jangan tertipu, itu tidak benar. Saya tidak merasa melakukan itu,saya tidak punya akun,kalo ada yang minta uang gak usah sayang udah punya uang banyak," ujarnya singkat.(23/3/26).
Ironisnya, selain mencatut nama dan foto H. Her, pamflet tersebut juga menampilkan gambar Presiden Republik Indonesia untuk meyakinkan calon korban.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan berkedok hadiah, terutama yang meminta transfer uang di awal. Pihak berwenang juga diharapkan segera menindaklanjuti kasus ini guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
