Menengok Sentra Ikan Asap Dringu Probolinggo yang Sepi Setelah Ada Tol

Menengok Sentra Ikan Asap Dringu Probolinggo yang Sepi Setelah Ada Tol

M Rofiq - detikJatim
Senin, 23 Mar 2026 13:33 WIB
Penjual ikan asap di Dringu Probolinggo
Penjual ikan asap di Dringu, Probolinggo. (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Probolinggo -

Sentra penjualan ikan asap di pinggir Jalur Pantura Dringu, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo yang dahulu selalu ramai saat musim mudik Lebaran, kini terlihat sepi.

Kondisi ini dirasakan para pedagang dalam tiga tahun terakhir sejak beroperasinya jalan tol Probolinggo-Pasuruan (Paspro) yang kini tersambung hingga jalur Probolinggo-Situbondo (Prosiwangi).

Biasanya, para pedagang ikan asap meraup keuntungan besar saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri. Namun pada musim mudik Lebaran 2026 ini, kondisi tersebut jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yanto, salah satu pedagang ikan asap di pinggir Jalan Pantura Dringu mengaku, suasana penjualan saat musim mudik sekarang tidak seramai dulu.

"Beda dengan dulu saat musim mudik Lebaran, ramai sampai pembeli antri. Tahun ini penjualan sepi. Kalau dulu sampai kewalahan stok ikan asap karena banyak pemudik yang berhenti untuk beli oleh-oleh," ujarnya, Senin (23/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, dahulu para pemudik sengaja berhenti untuk membeli ikan asap sebagai oleh-oleh atau untuk dimasak bersama keluarga saat tiba di kampung halaman.

"Sekarang tinggal sedikit yang masih jualan ikan asap di sini," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Siti, pedagang ikan asap lainnya di sentra ikan asap Desa Tamansari. Ia mengatakan, biasanya menjelang Lebaran hingga setelah Lebaran banyak pemudik membeli ikan asap untuk oleh-oleh, namun kini kondisinya sangat sepi.

"Iya, biasanya mendekati Lebaran banyak yang beli untuk oleh-oleh keluarga di kampung. Sekarang sampai H+2 Lebaran pun masih sepi," katanya.

Ia menilai sepinya pembeli disebabkan adanya jalan tol Paspro yang kini tersambung dengan tol Prosiwangi hingga Exit Tol Situbondo Barat di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Dengan adanya tol tersebut, arus kendaraan pemudik tidak lagi melewati Jalur Pantura Dringu.

Siti juga menyebut, karena kondisi sepi yang sudah berlangsung sekitar tiga tahun terakhir, banyak pedagang yang akhirnya menutup usahanya.

"Sudah banyak pedagang yang berhenti jualan karena sepi. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan pihak tol Paspro maupun Prosiwangi memperhatikan nasib pedagang ikan asap legendaris di Pantura Dringu ini," ujarnya.

Para pedagang berharap diberi kesempatan berjualan di rest area jalan tol agar usaha mereka tetap bertahan.

"Kami berharap diberi tempat berjualan di rest area atau lokasi yang layak di jalan tol supaya bisa tetap usaha. Karena penghasilan kami hanya dari jualan ikan asap untuk menyambung hidup dan menyekolahkan anak," tambahnya.

Sementara itu, Satria, seorang pemudik asal Situbondo yang hendak menuju Malang mengaku tetap menyempatkan diri membeli ikan asap di kawasan tersebut karena sudah menjadi tradisi keluarganya.

"Saya dan keluarga setiap mudik Lebaran selalu beli ikan asap di sini untuk oleh-oleh. Dulu ramai sekali, sekarang sepi. Ini saja saya rela turun di Exit Tol Gending hanya untuk beli ikan asap," katanya.

Ia berharap pemerintah daerah maupun pengelola jalan tol dapat memberikan perhatian kepada para pedagang agar sentra ikan asap legendaris tersebut tidak hilang.

"Kasihan pedagangnya sudah banyak yang tutup. Semoga ada perhatian dari pemerintah daerah, provinsi, pusat maupun pihak jalan tol, mungkin bisa diberi tempat di rest area supaya usaha mereka bisa hidup kembali," pungkasnya.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads