Gubernur Khofifah-Kepala Basarnas Tinjau Siaga SAR Tanjung Perak Surabaya

Gubernur Khofifah-Kepala Basarnas Tinjau Siaga SAR Tanjung Perak Surabaya

Esti Widiyana - detikJatim
Minggu, 22 Mar 2026 16:15 WIB
Gubernur Jatim bersama Kepala Basarnas RI meninjau kesiapsiagaan SAR di Tanjung Perak Surabaya.
Gubernur Jatim bersama Kepala Basarnas RI meninjau kesiapsiagaan SAR di Tanjung Perak, Surabaya. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kesiapsiagaan SAR selama Lebaran 2026 berjalan maksimal. Hal itu dia tegaskan saat mendampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii meninjau Posko Terpadu Angkutan Laut di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, hingga koordinasi lintas sektor dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.

"Momentum lebaran ini mobilitas masyarakat meningkat signifikan, sehingga seluruh potensi risiko harus diantisipasi sejak dini," ujar Khofifah, Minggu (22/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khofifah menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya bersifat reaktif tetapi juga harus didukung langkah mitigasi yang terukur dan berkelanjutan.

"Kesiapsiagaan maksimal berarti kita tidak hanya siap merespons, tetapi juga mampu memitigasi risiko sejak awal melalui koordinasi yang solid dan kesiapan yang terukur," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu dia juga mendorong penguatan edukasi kebencanaan sejak dini di lingkungan pendidikan. Ia menilai hal tersebut penting demi membangun kesadaran dan budaya siaga bencana sejak usia sekolah.

"Kita perlu mengenalkan kebencanaan kepada anak-anak sejak dini agar awareness terbentuk kuat. Ini penting untuk membangun budaya siaga bencana sejak awal," ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar momentum Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di sekolah, termasuk melalui pembentukan tim siaga yang melibatkan siswa.

"Jika ini dapat diimplementasikan, maka pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei mendatang, apabila dipusatkan di Pamekasan, Jawa Timur siap mengintegrasikan kegiatan SAR dengan aktivitas siswa SMA/SMK," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah menerima penghargaan dari Basarnas atas dukungan Pemprov Jatim dalam operasi penyelamatan korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny.

"Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, melainkan untuk seluruh tim yang bekerja di lapangan. Ini juga menjadi bentuk penghormatan bagi para korban dan keluarga yang terdampak," ungkap Khofifah.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tim SAR, relawan, tenaga medis, hingga TNI-Polri.

"Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim SAR, relawan, tenaga medis, TNI-Polri, serta semua pihak yang telah menunjukkan dedikasi dan ketulusan luar biasa dalam proses penyelamatan," imbuhnya.

Khofifah menegaskan peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan pascabencana harus terintegrasi diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam berbagai operasi kemanusiaan.

"Terima kasih atas dukungan Pemprov Jatim, khususnya Ibu Gubernur Khofifah yang selalu hadir dan memberi perhatian khusus dalam setiap penanganan bencana. Bahkan dalam situasi darurat, beliau terus memantau tanpa mengenal waktu, memastikan proses penyelamatan berjalan optimal," katanya.

Ia juga mendukung usulan penguatan edukasi kebencanaan sejak dini di sekolah.

"Menurut kami ini peluang yang sangat baik dalam rangka menyiapkan budaya safety sejak dini. Apa yang disampaikan Ibu Gubernur sangat bagus dan relevan dengan kebutuhan ke depan," ujar Syafii.

Menurutnya, Jawa Timur berpotensi menjadi daerah percontohan dalam pengembangan program tersebut.

"Leading sector untuk inisiatif besar ini harus dimulai dari Jawa Timur. Kami melihat kesiapan dan komitmen yang kuat dari Pemprov Jatim," pungkasnya.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads