Sholat Hajat: Tata Cara, Niat, Doa Lengkap Arab-Latin

Sholat Hajat: Tata Cara, Niat, Doa Lengkap Arab-Latin

Irma Budiarti - detikJatim
Minggu, 22 Feb 2026 02:00 WIB
Sholat Hajat, ketahui niat, tata cara sholat hingga doa setelah sholat Hajat.
Ilustrasi sholat malam. Foto: Mindra Purnomo/detikcom
Surabaya -

Dalam kehidupan, ada saat-saat ketika seseorang merasa buntu. Ikhtiar sudah dilakukan, pintu-pintu usaha telah diketuk, namun jawaban belum juga datang. Di titik inilah seorang mukmin diajak kembali menengadahkan tangan dan merundukkan hati, memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT melalui ibadah yang penuh harap, yaitu sholat Hajat.

Sholat Hajat menjadi salah satu amalan sunah yang kerap dicari ketika seseorang memiliki keinginan tertentu, sedang menghadapi kesulitan, atau berharap kemudahan dalam urusan dunia dan akhirat. Lantas, apa sebenarnya sholat Hajat itu? Berapa rakaat yang dianjurkan? Bagaimana bacaan niat dan doanya?

Berikut penjelasan lengkap dan detail yang menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Sebelum membahas pelaksanaannya, penting untuk memahami makna dan dasar anjuran sholat Hajat dalam tradisi keilmuan Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Sholat Hajat dan Kapan Dilaksanakan?

Dilansir laman resmi Kemenag, sholat Hajat adalah sholat sunah yang dikerjakan ketika seseorang memiliki kebutuhan (hajat), baik untuk kepentingan agama maupun urusan dunia. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk penghambaan sekaligus permohonan agar Allah SWT memberikan jalan keluar, kemudahan, serta mengabulkan keinginan yang diridhai-Nya.

ADVERTISEMENT

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan bahwa orang yang sedang mengalami kesempitan, memiliki kebutuhan untuk kemaslahatan agama dan dunianya, serta merasakan kesulitan, dianjurkan untuk melaksanakan sholat Hajat. Penjelasan ini menunjukkan bahwa sholat Hajat bukan sekadar ritual, tetapi wujud ketergantungan total seorang hamba kepada Tuhannya.

Sholat Hajat dapat dilakukan kapan saja selain waktu-waktu yang dilarang untuk sholat (seperti setelah Subuh hingga matahari terbit dan setelah Ashar hingga matahari terbenam). Banyak ulama menganjurkan pelaksanaannya di waktu malam agar lebih khusyuk.

Setelah memahami pengertiannya, pertanyaan berikutnya yang sering muncul adalah tentang jumlah rakaat yang dianjurkan dalam sholat Hajat.

Berapa Rakaat Sholat Hajat?

Ketika seorang mukmin mempunyai keinginan tertentu atau sedang mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi, sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat Hajat sebanyak 12 rakaat dengan salam di setiap 2 rakaat. Namun demikian, melaksanakan sholat Hajat sebanyak 2 rakaat pun dianggap cukup memadai.

Artinya, sholat Hajat memiliki fleksibilitas dalam jumlah rakaat. Bagi yang mampu dan ingin memperbanyak ibadah, dapat melaksanakannya hingga 12 rakaat. Namun bagi yang ingin menunaikan secara ringkas, dua rakaat sudah sah dan mencukupi sebagai sholat Hajat.

Tata Cara Sholat Hajat yang Benar

Cara melaksanakan sholat Hajat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sholat sunah pada umumnya. Namun, ada perbedaan mendasar pada niat dan doa setelahnya. Berikut tata cara sholat Hajat yang benar.

1. Niat Sholat Hajat

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallî sunnatal ḫâjati rak'ataini adâ'an lillâhi ta'âlâ.

Artinya: Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT.

2. Bacaan dalam Sholat

Membaca surat Al-Fatihah. Dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek. Dianjurkan untuk membaca Surat Al-Ikhlas dan Ayat Kursi.

Setelah dua rakaat selesai dan salam, rangkaian berikutnya adalah membaca doa-doa khusus yang diajarkan dalam tradisi ulama.

Bagian terpenting dari sholat Hajat justru terletak pada doa setelah sholat. Di sinilah seorang hamba benar-benar mencurahkan isi hatinya.

Doa Setelah Sholat Hajat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Setelah selesai sholat Hajat, dianjurkan untuk membaca shalawat dan doa sebagaimana berikut.

سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Arab Latin: Subḫânal-ladzî labisal-'izza wa qâla bihi. Subḫânal-ladzî ta'aththafa bil-majdi wa takarrama bihi. Subḫâna dzil-'izzi wal-kirami, subḫâna dzith-thauli as'aluka bimu'âqidil-'izzi min 'arsyika wa muntahar-raḫmati min kitâbika wa bismikal-a'dhami wa jaddikal-a'la wa kalimâtikat-tâmmâtil-'âmmâtil-latî lâ yujâwizuhunna birrun wa lâ fâjirun an tushalliya 'ala sayyidinâ Muḫammadin wa 'ala âli sayyidinâ Muḫammadin.

Artinya: Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana.

Setelah itu, dianjurkan juga untuk membaca doa Rasulullah SAW sebagaimana riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut ini.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Arab Latin: Lâ ilaha illallâhul-ḫalîmul-karîmu, lâ ilaha illallâhul-'aliyyul-adhîmu subḫânallâhi rabbil-'arsyil-'adhîmi wal-ḫamdulillâhi rabbil-'alamîna.

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

Selanjutnya, orang yang sedang memiliki hajat tertentu bisa melanjutkan bacaan doa Rasulullah saw riwayat Imam At-Tirmidzi sebagaimana berikut ini.

اَللَّهُمَّإِنِّيْأَسْأَلُكَمُوْجِبَاتِرَحْمَتِكَ،وَعَزَائِمَمَغْفِرَتِكَ،وَالغَنِيْمَةَمِنْكُلِّبِرٍّوَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَاتَدَعْلِيْذَنْبًاإِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَاهَمًّا إِلَّافَرَّجْتَهُ،وَلَاحَاجَةً هِيَلَكَرِضىًإِلَّا قَضَيْتَهَايَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْ

Arab Latin: Allâḫumma innî as'aluka mûjibâti raḫmatika, wa 'azâ'ima maghfiratika, wal-ghanîmata min kulli birrin, was-salâmata min kulli itsmin lâ tada' lî dzanban illâ ghafartahu, wa lâ hamman illâ farrajtahu, wa lâ ḫâjatan hiya laka ridlan illâ qadlaitahâ yâ arḫamar-râḫimîna.

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.

Setelah doa-doa tersebut dipanjatkan, tahapan terakhir adalah memanjatkan doa dengan khusyuk memohon kepada Allah agar urusan atau hajat khususnya itu bisa dikabulkan.

Sholat Hajat pada akhirnya bukan sekadar rangkaian rakaat dan bacaan. Lebih dari itu, sholat Hajat adalah pernyataan iman bahwa tidak ada tempat bergantung selain kepada Allah SWT. Di saat manusia merasa lemah, di situlah doa menjadi kekuatan.




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads