Tiga orang di Dusun Pulorejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri jadi korban ledakan petasan rakitannya. Akibatnya, mereka mengalami luka bakar serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Ketiga korban masing-masing berinisial AR (26), ZA (21), dan AD (17). Mereka mengalami luka parah, bahkan beberapa jari tangan dilaporkan nyaris putus akibat ledakan tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di area kebun bambu di belakang permukiman warga. Warga sempat mendengar tiga kali dentuman keras disertai teriakan minta tolong dari lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diduga, ketiganya tengah meracik dan mengisi selongsong petasan secara diam-diam untuk persiapan perayaan Idul Fitri pada Sabtu (21/3/2026). Namun nahas, petasan tersebut justru meledak sebelum sempat digunakan.
Mendengar ledakan, warga sekitar langsung bergegas menuju lokasi dan mengevakuasi para korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Polisi dari Polsek Pare bersama jajaran Polres Kediri dan Tim Inafis Satreskrim langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi.
Wakapolres Kediri Kompol Harry langsung turun langsung meninjau lokasi. Ia menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut.
"Peristiwa ini menjadi peringatan keras. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian yang menyebabkan tiga orang mengalami luka serius," kata Kompol Harry kepada detikJatim melalui telepon, Sabtu (21/3/2026).
Ia mengimbau masyarakat, khususnya remaja, agar tidak bermain apalagi meracik petasan karena sangat berbahaya. "Jangan sekali-kali bermain petasan. Ini sangat membahayakan keselamatan jiwa," tegasnya.
Polres Kediri, lanjutnya, terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya petasan melalui berbagai saluran, termasuk surat edaran dan peran tiga pilar di tingkat desa.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut karena diduga ada pelaku lain yang masih dalam pelarian.
(ihc/abq)
