Sholat Idul Fitri merupakan salah satu ibadah sunah yang dianjurkan bagi umat Islam pada pagi hari raya setelah Ramadhan. Berbeda dengan sholat wajib, sholat Idul Fitri tidak diawali dengan adzan maupun iqamah, melainkan dengan seruan khusus dari bilal.
Seruan tersebut bertujuan mengajak jemaah berkumpul dan mempersiapkan diri sebelum sholat dimulai. Lalu, apa saja bacaan bilal sholat Idul Fitri yang biasa dilafalkan? Berikut teks bacaan lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.
Mengapa Sholat Idul Fitri Tak Menggunakan Adzan?
Dikutip dari laman Muhammadiyah, hal ini dijelaskan dalam hadis diriwayatkan dari Jabir bin Samurah RA bahwa Rasulullah SAW menunaikan sholat Idul Fitri tanpa adzan ataupun iqamah.
عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلَا مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ
Artinya: Dari Jabir bin Samurah ia berkata; Saya telah menunaikan shalat dua hari raya bersama Rasulullah saw lebih dua kali, yakni (beliau menunaikannya) tanpa adzan dan iqamah. (HR Muslim)
Sebagai penggantinya, bilal biasanya menyerukan ajakan kepada jemaah dengan kalimat "ash-shalatu jami'ah", yang berarti marilah berkumpul untuk melaksanakan sholat.
Hal ini diterangkan lewat salah satu riwayat Ibnu Abbas, "Aku menyaksikan sholat Id bersama Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, dan Ustman. Mereka semua melakukan sholat sebelum khotbah tanpa adzan dan iqamah."
Setelah sholat Idul Fitri, bilal bertugas untuk memandu jalannya khotbah. Sebelum khatib naik ke mimbar, bilal berdiri seraya membaca sejumlah bacaan dan doa. Khatib lantas menyampaikan isi khotbah sebelum mengakhiri rangkaian sholat Idul Fitri.
Bacaan Bilal Sholat Idul Fitri
Bilal sholat Idul Fitri juga memegang peran penting dalam mengumandangkan azan sebelum salat. Dikutip dari buku "Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet", berikut ini bacaan bilal sholat Idul Fitri yang dianjurkan.
اللهُ أَكْبَرْ (٦) لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ. صَلُّوْا سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةَ رَحِمَكُمُ اللَّهُ.
Arab Latin: Allâhu akbar (6x). Lâ ilaha illallâhu wallâhu akbar. Allâhu akbar wa lillâhil hamdu. Shallû sunnatal li'îdil fithri rak'ataini jâmi'ata rahimakumullâhu.
Artinya: Allah Maha Besar (6 kali). Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji milik Allah. Shalatlah sunah Idul Fitri dua rakaat dengan berjamaah, semoga Allah memberi rahmat kepada kalian.
Bacaan Bilal Sebelum Khotbah Idul Fitri
Setelah sholat Idul Fitri selesai, bilal biasanya mengumandangkan seruan khusus kepada jemaah sebagai tanda bahwa khotbah Idul Fitri akan segera dimulai. Berikut bacaan bilal sebelum khotbah Idul Fitri.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِينَ رَحِمَكُمُ اللَّهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هُذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ وَيَوْمُ السُّرُورِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرَ أَنْصِتُوا أَثَابَكُمُ اللهُ وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللَّهُ وَأَطِيعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ.
Arab Latin: Ma'asyiral muslimîn wa zumratal mu'minîn rahimakumullâhu, i'lamû anna yaumakum hâdzâ yaumu 'idil fithri wa yaumus surûri wa yaumul maghfûri ahallallahu lakum fihith tha'ama wa harrama 'alaikum fihish shiyâmu idzâ sha'idal khathîbu 'alâl mimbari anshitû atsābakumullâhu wasma'û ajârakumullâhu wa athî'îû rahimakumullâhu.
Artinya: Kaum muslimin dan muslimat! Semoga kalian semua dirahmati Allah! Ketahuilah, bahwa hari ini adalah hari idul fitri, hari kebahagiaan, hari pengampunan, dan hari dihalalkan untuk makan dan diharamkan berpuasa. Jika nanti khatib sudah naik ke mimbar, jangan ngobrol, simak baik-baik, patuhilah. Semoga Allah memberi pahala, balasan dan rahmat kepada kalian semua.
Setelahnya, khatib naik ke atas mimbar dan bilal membaca salawat sebagai berikut.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Arab Latin: Allâhumma shalli alâ sayyidinâ Muhammad, Allâhumma shalli 'alâ sayyidinâ Muhammad, Allâhumma shalli wa sallim 'alâ sayyidinâ wa maulânâ Muhammad wa 'alâ âli sayyidinâ Muhammad.
Artinya: Ya Allah, berilah rahmat kepada kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat dan keselamatan kepada junjungan dan tuan kami Nabi Muhammad serta keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad.
Setelah selesai membaca salawat, bilal membaca doa untuk kaum muslimin sebelum khotbah dimulai sebagai berikut.
اللَّهُمَّ قَوِ الْإِسْلَامُ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِ الدِّيْنِ رَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Arab Latin: Allâhumma qawwil islâm, minal muslimîna wal muslimât wal mu'minîna wal mu'minnât al-ahyaʻi minhum wal amwâti wanshurhum 'alâ maʼânidid dîni rabbikhtim lanâ minka bil-khairi wa yâ khairan nâshirîn, birahmatika yâ arhamar râhimîn.
Artinya: Ya Allah, kuatkanlah keislaman dan keimanan kaum muslimin (pria) dan muslimat (wanita), kaum mukmin (pria) dan mukminat (wanita), yang masih hidup dari mereka semua dan juga yang sudah meninggal, dan bantulah mereka untuk mengokohkan agama. Tuhanku, akhirilah (hidup) kami dari-Mu dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan yang Maha Penyayang dari semua penyayang.
(abq/irb)











































