Sholat Idul Fitri merupakan ibadah yang hukumnya sunah muakkad atau sangat dianjurkan bagi umat Islam. Ibadah yang dilaksanakan setiap 1 Syawal ini menjadi bagian dari perayaan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.
Meski umumnya dilaksanakan secara berjemaah di masjid atau lapangan terbuka, sholat Id juga tetap sah dilakukan secara mandiri (munfarid) di rumah apabila terdapat halangan, seperti sakit atau cuaca buruk. Berikut panduan lengkapnya agar ibadah detikers tetap sesuai tuntunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niat Sholat Idul Fitri
Niat merupakan rukun pertama dalam sholat. Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Namun, sebagian ulama menganjurkan untuk melafalkannya secara lisan sebelum memulai sholat agar lebih mantap.
1. Niat sebagai Makmum
Arab Latin: Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati adâ'an ma'mûman lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Aku berniat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah Ta'ala.
2. Niat Sebagai Imam
Arab Latin: Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati adâ'an imâman lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Aku berniat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah Ta'ala.
3. Niat Sholat Sendiri (Munfarid)
Arab Latin: Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini mustaqbilal qiblati adâ'an lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Aku berniat sholat sunah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala.
Tata Cara Sholat Idul Fitri
Sholat Idul Fitri memiliki tata cara khusus yang sedikit berbeda dengan sholat pada umumnya. Ibadah ini terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir di setiap rakaatnya. Agar pelaksanaannya sesuai tuntunan, detikers dapat mengikuti langkah-langkah sholat Idul Fitri berikut.
Rakaat Pertama
Sholat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat. Salah satu perbedaannya dengan sholat pada umumnya adalah adanya tambahan takbir pada setiap rakaat. Berikut tata cara pelaksanaan sholat Idul Fitri rakaat pertama.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah.
- Setelah itu, lakukan takbir sebanyak tujuh kali.
- Di setiap jeda antara takbir pertama sampai ketujuh, dianjurkan membaca kalimat tasbih. Ada dua pilihan bacaan yang bisa digunakan sebagai berikut.
- Subhānallāh, walhamdulillāh, wa lā ilāhaillallāh, wallāhu akbar. (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar)
- Allāhu akbar kabīran, walḫamdulillāhikatsîran, wa subḫânallāhibukratan wa ashîla. (Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah pagi dan petang).
- Bisa juga menambahkan, Wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil azhîm.
- Setelah takbir ketujuh selesai, membaca Al-Fatihah. Disunahkan melanjutkannya dengan surat Al-A'la.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud.
- Duduk di antara dua sujud.
- Berdiri lagi untuk rakaat kedua.
Rakaat Kedua
Setelah bangkit dari sujud pada rakaat pertama dan berdiri kembali untuk rakaat kedua, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan sebelum melanjutkan bacaan sholat berikutnya.
- Lakukan takbir sebanyak lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah. Sama seperti rakaat pertama, bacalah kalimat tasbih di setiap jeda takbir.
- Setelah takbir kelima, membaca surat Al-Fatihah dan disunahkan membaca surat Al-Ghasyiyah.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud.
- Duduk di antara dua sujud.
- Duduk tasyahud akhir.
- Salam.
Setelah salam, jemaah dianjurkan untuk tetap berada di tempat karena imam akan menyampaikan dua khotbah Idul Fitri. Khotbah pertama biasanya diawali dengan sembilan kali takbir, sedangkan khotbah kedua diawali dengan tujuh kali takbir.
Waktu pelaksanaan sholat Id dimulai setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Dengan memahami tata cara pelaksanaannya, termasuk jumlah takbir pada setiap rakaat, ibadah dapat dilakukan dengan lebih tertib.
