Pelabuhan Ketapang Banyuwangi kembali dibuka setelah ditutup selama 37 jam saat perayaan Hari Raya Nyepi di Bali. Sesaat dibuka, pelabuhan kini dipadati ribuan kendaraan lagi.
Kendaraan tersebut rata-rata didominasi oleh angkutan pribadi yang henda berwisata ke Bali. Ribuan kendaraan itu tanpak antre masuk ke area parkir pelabuhan Ketapang untuk menunggu giliran penyeberangan menggunakan 35 kapal yang melayani penyeberangan.
Kiki Wirawan, salah satu wisatawan asal Surabaya mengaku sudah antre sejak pukul 04.30 WIB untuk bisa mendapat giliran pertama masuk kapal. Ia rela antri selama 2 jam demi menyeberang ke Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak pukul setengah lima sudah masuk ke pelabuhan Ketapang untuk antre dan sekitar 2 jam ini mau masuk kapal. Untuk berwisata ke Bali," terang Kiki, Jumat (20/3/2026).
Ia tahu pelabuhan Ketapang tutup selama Nyepi, Kiki dan keluarga pun menginap semalam di Banyuwangi sembari menikmati sejumlah obyek wisata pantai.
"Sudah tahu kalau ditutup, memang planingnya begitu. menginap dulu semalam di Banyuwangi menikmati wisata ngabuburit di sini," ujarnya.
Akibat kepadatan kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Ketapang, antrean kendaraan mengular sepanjang 1 kilometer di jalan raya Banyuwangi - Situbondo mengarah ke pintu masuk Pelabuhan ASDP Ketapang.
Untuk mempercepat pengangkutan kendaraan, 34 kapal yang beroperasi di 6 dermaga dioperasikan dengan sistem Tiba Bongkar Muat (TBB).
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano mengatakan untuk mempercepat pengangkutan kendaraan, 34 kapal yang beroperasi di 6 dermaga dioperasikan dengan sistem Tiba Bongkar Muat (TBB).
Ia menambahkan, skema TBB terbukti telah berhasil mengurai kemacetan panjang yang terjadi di luar area pelabuhan Gilimanuk dalam sepekan terakhir.
Untuk mencegah hal serupa terjadi di sepanjang jalur perjalanan menuju pelabuhan Ketapang, ASDP berkomitmen menguatkan koordinasi lintas instansi dengan fokus utama menjaga stabilitas kondisi agar tetap optimal dan responsif.
Lebih lanjut Yossianis menyatakan, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, lancar, dan humanis. Bersama seluruh pemangku kepentingan, ASDP akan terus memastikan setiap perjalanan masyarakat berlangsung lebih tertib, terukur, dan nyaman hingga masa Angkutan Lebaran berakhir.
"ASDP juga mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas, memanfaatkan buffer zone, serta mengatur waktu perjalanan dengan bijak guna menjaga kelancaran bersama," terang Yossianis.
(irb/abq)











































