Sinyal Kuat Subandi Siap Kembali ke PKB Usai Bertemu Relawan-Kiai NU

Sinyal Kuat Subandi Siap Kembali ke PKB Usai Bertemu Relawan-Kiai NU

Aprilia Devi - detikJatim
Kamis, 19 Mar 2026 10:00 WIB
Subandi saat sowan ke relawan dan tokoh NU di Sidoarjo.
Subandi saat sowan ke relawan dan tokoh NU di Sidoarjo. Foto: dok Istimewa
Sidoarjo -

Sinyal kembalinya Bupati Sidoarjo Subandi ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) makin menguat. Hal itu mencuat usai pertemuannya dengan para relawan di Kecamatan Jabon pada Rabu (18/3/2026) malam.

Momen itu berlangsung hangat saat Subandi bersilaturahmi dengan koordinator kecamatan (korcam) relawan pemenangan di kediaman H Syukur, Desa Balongtani. Pertemuan ini sekaligus mempertegas arah komunikasi politik Subandi menjelang dinamika internal partai.

Dalam kesempatan itu, Subandi mengaku mendapat dorongan dari para kiai NU agar kembali bersinergi dengan PKB. Ia menyebut pesan tersebut kerap disampaikan jajaran PCNU hingga MWCNU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, para kiai, terutama dari PCNU maupun MWCNU, selalu menyampaikan kepada saya untuk kembali lagi kepada DPC PKB," ujar Subandi, Kamis (19/3/2026).

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, Subandi juga menyiapkan langkah lanjutan dengan mengagendakan pertemuan di kediamannya. Rencananya, jajaran pengurus MWCNU akan diundang untuk mempererat silaturahmi, sekaligus memohon doa bersama demi kemaslahatan masyarakat Sidoarjo.

Di tengah suasana santai, Subandi sempat menyinggung dinamika internal PKB. Dengan nada bercanda, ia menyebut adanya "provokator" positif yang terus mendorong dirinya agar merapat kembali ke partai tersebut.

Terkait peluang memimpin DPC PKB Sidoarjo, Subandi menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), meski aspirasi dari bawah tetap menjadi pertimbangan.

"Siapa saja yang direkomendasikan oleh DPP, itulah yang akan menjadi ketua DPC. Tidak harus selalu masuk lewat usulan (bawah)," tambahnya.

Ia pun menilai munculnya sejumlah nama dalam bursa calon ketua DPC sebagai hal wajar dalam proses demokrasi internal partai.

"Ini hal biasa, namanya juga demokrasi, kita berlomba-lomba mencari pimpinan yang terbaik," pungkasnya.




(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads