Pentingnya Membaca Al Fatihah Secara Sempurna Sebagai Rukun Salat

Pentingnya Membaca Al Fatihah Secara Sempurna Sebagai Rukun Salat

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Kamis, 19 Mar 2026 03:02 WIB
Ilustrasi salat tarawih. (Chat GPT)
Foto: Ilustrasi salat (Chat GPT)
Surabaya -

Membaca Surah Al-Fatihah dengan baik dan benar menjadi hal yang sangat penting dalam pelaksanaan salat. Pasalnya, Al-Fatihah merupakan bagian dari rukun salat yang wajib dibaca dalam setiap rakaat.

Pengasuh Madrasah Diniyah Hidayatul Mubtadiin KH Muhammad Abdul Mughis menegaskan bahwa kesempurnaan bacaan Al-Fatihah harus benar-benar diperhatikan. Terutama oleh para imam salat yang memimpin jemaah.

"Al-Fatihah menjadi bagian dari rukun salat, sehingga kita tidak boleh salah dalam membacanya," ujar KH Muhammad Abdul Mughis, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan bahwa perkembangan ilmu Al-Qur'an telah berlangsung sejak masa Nabi Muhammad SAW, kemudian dilanjutkan oleh para sahabat, tabi'in, hingga para ulama setelahnya. Perkembangan tersebut membuat umat Islam saat ini lebih mudah mempelajari dan membaca Al-Qur'an.

"Seiring dengan perkembangan ilmu Al-Qur'an dari masa Nabi, masa sahabat, masa tabi'in hingga masa ulama, sampai kepada masa kita sekarang, Alhamdulillah hari ini kita sudah lebih mudah membaca Al-Qur'an," katanya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pada masa sahabat membaca Al-Qur'an masih cukup sulit. Terutama bagi umat Islam yang bukan berasal dari bangsa Arab, karena penulisan Al-Qur'an saat itu belum sempurna.

"Di masa sahabat itu masih sulit membaca Al-Qur'an bagi orang yang bukan Arab, karena saat itu penulisan Al-Qur'an belum sempurna," jelasnya.

Penyempurnaan penulisan dan bacaan Al-Qur'an kemudian dilakukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Sehingga, memudahkan umat Islam dalam mempelajarinya.

"Baru pada masa Utsman bin Affan bacaan dan tulisan Al-Qur'an disempurnakan," ujarnya.

KH Abdul Mughis menekankan pentingnya mempelajari ilmu tajwid agar bacaan Al-Qur'an menjadi lebih baik dan indah.

"Tajwid itu adalah at tahsin, yaitu membaguskan bacaan. Bagaimana Al-Qur'an dibaca dengan indah sesuai dengan kaidahnya," terangnya.

Ia juga menyampaikan bahwa umat Islam diperintahkan untuk membaca Al-Qur'an dengan bacaan yang baik dan suara yang indah. Menurutnya, perhatian terhadap bacaan Al-Fatihah sangat penting karena surah tersebut dibaca dalam setiap salat lima waktu.

"Terutama bacaan Al-Fatihah, karena itu bagian dari rukun salat yang setiap hari kita baca," ujarnya.

Namun ia menilai masih ada imam salat yang kurang memperhatikan kaidah bacaan. Ini biasa ditemukan di salat-salat tarawih berjemaah dk masjid tertentu.

"Kadang kita menemukan imam di masjid membaca Al-Fatihah itu sembrono, apalagi ketika tarawih. Bacaan Al-Fatihah tidak diperhatikan jeda dan sambungannya," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam membaca Al-Fatihah, ayat boleh saja disambung atau di-wasal-kan selama mengikuti kaidah tajwid yang benar.

"Misalnya dibaca 'BismillāhirraαΈ₯mānirraαΈ₯Δ«milamdulillāhi rabbil 'ālamΔ«n', itu boleh," terangnya.

Namun menurutnya, kesalahan sering terjadi ketika bacaan disambung tetapi tetap membaca hamzah pada ayat berikutnya.

"Yang sering terjadi justru dibaca 'BismillāhirraαΈ₯mānirraαΈ₯Δ«malαΈ₯amdulillā'. Kalau seperti itu tidak tepat. Kalau ingin membaca alαΈ₯amdulillah, maka harus diputus dulu 'BismillāhirraαΈ₯mānirraαΈ₯Δ«m', lalu 'AlαΈ₯amdulillāhi rabbil 'ālamΔ«n'," jelasnya.

Ia menambahkan, kesalahan seperti ini bisa terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap kaidah tajwid, termasuk cara berhenti (waqaf) dan menyambung bacaan (wasal).

"Nabi Muhammad SAW sendiri ketika membaca Al-Qur'an biasanya berhenti pada setiap ayat," ujarnya.

Menurutnya, cara tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap Al-Qur'an sekaligus menjaga kejelasan makna ayat yang dibaca. Karena itu, ia mendorong umat Islam untuk mempelajari ilmu tajwid agar memahami cara membaca, berhenti, dan melanjutkan ayat Al-Qur'an dengan benar.

"Kita harus belajar ilmu tajwid agar tahu bagaimana cara berhenti, bagaimana cara melanjutkan, dan hukum-hukum bacaan lain yang menunjang bacaan Al-Qur'an," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa para ulama terdahulu bahkan membutuhkan waktu yang tidak sebentar hanya untuk memastikan bacaan Al-Fatihah benar.

"Ulama-ulama dulu belajar membaca Al-Fatihah berbulan-bulan bahkan sampai satu tahun sampai benar-benar bisa membaca dengan baik dan benar," ungkapnya.

Karena itu ia mengingatkan para imam salat untuk lebih berhati-hati dalam membaca Al-Fatihah, sebab kesalahan bacaan dapat memengaruhi makna ayat yang dibaca.

"Bagi kita yang menjadi imam, jangan sampai salah membaca Al-Fatihah sehingga maknanya menjadi berubah," pungkasnya.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads