Apa Saja Sunah Idul Fitri? Ini Amalan yang Dianjurkan

Apa Saja Sunah Idul Fitri? Ini Amalan yang Dianjurkan

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Rabu, 18 Mar 2026 19:30 WIB
Ilustrasi sholat Idul Fitri.
Ilustrasi sholat Idul Fitri. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Hari raya Idul Fitri menjadi momen yang dinantikan umat Islam setelah menjalani puasa selama satu bulan penuh. Perayaan yang juga dikenal sebagai Lebaran ini diperingati setiap 1 Syawal dan menjadi hari kemenangan setelah berhasil menahan diri dari berbagai hawa nafsu selama Ramadhan.

Pada hari yang istimewa ini, terdapat sejumlah amalan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dilakukan oleh umat Islam. Amalan-amalan tersebut tidak hanya menjadi wujud rasa syukur, tetapi diyakini dapat menyempurnakan ibadah di hari raya, sekaligus menjadi jalan meraih ampunan dari Allah SWT.

Amalan Sunah Idul Fitri

Menyambut Idul Fitri, ada sejumlah amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan sejak pagi hingga sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri. Berikut delapan amalan sunah Idul Fitri yang bisa dilakukan untuk menyambut hari kemenangan dengan lebih bermakna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Takbiran di Malam dan Hari Idul Fitri

Mengumandangkan takbir menjadi salah satu amalan sunah yang dianjurkan sejak malam hingga pagi hari Idul Fitri. Takbir merupakan bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas nikmat dan kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Lafaz takbir hari raya Idul Fitri sebagai berikut.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أكْبَرُ وَ لِلَّهِ الْحَمْد

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَه صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَه لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ أَكْبَرُ

Latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illa Allaahu wa Allaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd.

Allaahu akbar kabiira wal hamdu lillaahi katsiira wa subhaana Allaahi bukrataw wa ashiilaa laa ilaaha illa Allahu wa laa na'budu illa iyyaah mukhlishiina lahud diin, wa law karihal kaafiruuna laa ilaaha illa Allaahu wahdahu shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdahu, wa hazamal ahzaaba wahdahu, laa ilaaha illa Allahu akbar.

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.

Allah Maha Besar dengan kebesaran yang sempurna dan segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pagi dan petang. Tiada tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya seraya memurnikan agama-Nya meskipun orang-orang kafir membenci.

Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan musuh-musuhNya dengan Keesaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.

2. Mandi Sebelum Sholat Idul Fitri

Amalan sunah lainnya adalah mandi sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri. Anjuran ini berlaku bagi semua muslim, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan bagi perempuan yang sedang haid atau nifas meskipun tidak mengikuti salat Idul Fitri.

Waktu mandi sunah Idul Fitri dimulai sejak tengah malam menjelang hari raya hingga sebelum sholat Idul Fitri dilaksanakan. Namun, waktu yang paling dianjurkan adalah setelah terbit fajar pada hari raya. Bacaan niat sebelum sholat Idul Fitri.

نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Artinya: Aku niat mandi Idul fitri, sunah karena Allah.

3. Mengenakan Pakaian dan Wewangian Terbaik

Pada Idul Fitri, umat Islam dianjurkan tampil rapi dan mengenakan pakaian terbaik sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagiaan. Selain itu, menggunakan wewangian juga menjadi salah satu sunah yang dianjurkan agar penampilan lebih bersih dan wangi saat merayakan hari raya. Sebagaimana hadis Anas bin Malik berikut.

"Pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk menggunakan pakaian terbaik yang kami miliki dan memakai wewangian terbaik yang ada pada kami, serta berkurban dengan binatang yang tergemuk yang kami punyai." (HR Hakim)

4. Makan Sebelum Berangkat Sholat Idul Fitri

Sebelum berangkat melaksanakan sholat Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk makan terlebih dahulu. Amalan ini dilakukan sebagai penanda bahwa hari raya merupakan hari berbuka setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

كَانَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفَطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ

Artinya: Rasulullah SAW tidak berangkat sholat pada hari raya Idul Fitri, sehingga beliau memakan beberapa buah kurma. (HR Bukhari & Ahmad, dari Anas bin Malik)

5. Menuju Tempat Sholat Idul Fitri

Umat Islam juga dianjurkan untuk mendatangi tempat pelaksanaan sholat Idul Fitri, baik di masjid maupun lapangan terbuka. Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah SAW dengan para sahabat dan tabi'in.

6. Melaksanakan Sholat Idul Fitri

Salah satu amalan sunah yang paling utama pada hari Idul fitri adalah melaksanakan sholat Idul Fitri. Sholat ini sifatnya sunah muakkad, yaitu sunah yang sangat dianjurkan.

Bahkan, sebagian ulama berpendapat hukumnya fardu kifayah, yakni kewajiban yang harus dilaksanakan secara kolektif oleh umat Islam. Salah satu dalil kesunahanya tercantum dalam surat Al-Kautsar sebagai berikut.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: Maka sholatlah kepada Tuhanmu dan berkurbanlah. (QS Al-Kautsar ayat 2)

Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat tersebut juga merujuk pada sholat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha).

7. Menempuh Rute Berbeda Saat Sholat Idul Fitri

Menempuh rute berbeda ketika pergi dan pulang dari tempat sholat Idul Fitri hukumnya sunah. Saat Rasulullah SAW akan berangkat sholat Idul Fitri, ia menempuh jalan dan kembali dengan rute yang berbeda, hingga ia melihat lebih banyak umat Islam pada kedua jalan tersebut.

Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, "Adalah Rasulullah SAW menempuh jalan yang bebeda pada hari Id." (HR Bukhari, Abu Dawud, Ibnu Majah & Ahmad)

8. Saling Mengunjungi di Hari Idul Fitri

Hari raya Idul Fitri juga menjadi momen mempererat silaturahmi, salah satunya saling berkunjung antarkeluarga, kerabat, maupun tetangga. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW tentang orang yang suka berkunjung satu sama lain dari Muadz bin Jabal. Ia menyampaikan pernah mendengar Rasulullah berkata:

"Allah SWT berfirman, 'Cinta-Ku berhak didapatkan oleh orang yang saling mencintai karena- Ku, orang saling duduk karena-Ku, orang yang saling mengunjungi karena-Ku, dan orang yang saling membantu karena-Ku." (HR Al-Muwaththa & Ahmad)




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads