Fakta-fakta Baru Ledakan Saat Tarawih di Masjid Jember

Fakta-fakta Baru Ledakan Saat Tarawih di Masjid Jember

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Rabu, 18 Mar 2026 11:00 WIB
Kapolda Jatim pantau olah TKP ledakan di Jember
Kapolda Jatim pantau olah TKP ledakan di Jember/Foto: Yakub Mulyono/detikJatim
Jember -

Suasana khusyuk salat Tarawih di sebuah masjid di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, mendadak berubah mencekam setelah terdengar ledakan keras pada Senin (16/3/2026) malam. Dentuman itu sontak mengejutkan jemaah dan warga sekitar yang tengah beribadah maupun beraktivitas di lingkungan permukiman.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini langsung mendapat perhatian serius dari kepolisian. Tim gabungan dari Polda Jawa Timur hingga Densus 88 dikerahkan untuk mengusut penyebab pasti ledakan yang diduga berkaitan dengan bahan kimia tersebut.

Berikut fakta-fakta ledakan di Masjid Raya Pesona Jember:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Terjadi saat salat tarawih

Ledakan terjadi saat jemaah tengah melaksanakan ibadah salat tarawih pada Senin malam, tepatnya sekitar pukul 19.30 hingga 20.00 WIB, sehingga menimbulkan kepanikan di dalam masjid dan membuat sebagian jemaah keluar untuk menyelamatkan diri.

"Ledakan terjadi saat salat tarawih. Ledakannya di tempat wudhu laki-laki," kata Ketua Takmir Masjid Pesona Raya, Fadil, Senin (16/3/2026).

ADVERTISEMENT

2. Suara dentuman terdengar hingga permukiman

Kerasnya ledakan membuat suara dentuman tidak hanya terdengar di dalam masjid, tetapi juga menjangkau area kampung sekitar hingga memicu kepanikan warga yang berada di luar lokasi kejadian.

"Sampai kampung sebelah sana kedengaran katanya. Masjid depan sana juga kedengaran katanya," kata Fadil.

3. Tidak ada korban jiwa

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu orang jemaah dilaporkan mengalami gangguan pendengaran akibat dampak ledakan dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Ada korban satu, sekarang ada di UGD. Pendengarannya terganggu akibat ledakan," tambahnya.

4. Diduga berasal dari lemari tak terpakai

Dugaan awal menyebut sumber ledakan berasal dari sebuah lemari lama yang berada di dekat area wudhu laki-laki, meskipun kepastian penyebab masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.

"Ada lemari tidak dipakai yang diduga menjadi sumber ledakan," imbuhnya.

5. Sejumlah bagian masjid mengalami kerusakan

Akibat ledakan tersebut, beberapa bagian bangunan masjid dilaporkan mengalami kerusakan mulai dari plafon hingga fasilitas di dalamnya, meski kerusakan disebut tidak merusak struktur utama bangunan.

"Bagian masjid yang rusak yakni plafon, terus etalase, buku-buku, termasuk juga roster," ujarnya.

6. Polisi kerahkan tim gabungan hingga Densus 88

Pasca kejadian, kepolisian langsung menerjunkan tim gabungan dari berbagai satuan, termasuk Brimob, Jibom, Laboratorium Forensik, hingga Densus 88 untuk melakukan olah TKP dan penyelidikan mendalam.

"Saya sudah perintahkan tim dari Polda, mulai dari Brimob, Jibom (Penjinak Bom), hingga Labfor. Termasuk Satgas Densus 88 yang ada di Polda Jatim pun turun ke Jember untuk memberikan back up proses penyelidikan dan olah TKP," kata Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, Selasa (17/3/2026).

7. Polisi pastikan situasi sudah terkendali

Kapolda Jawa Timur memastikan kondisi di lokasi saat ini sudah aman dan terkendali, meskipun proses sterilisasi dan penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat bahwa ini situasi sudah kami kendalikan. Saya ingatkan kepada masyarakat tetap laksanakan kegiatan rutin biasa sehari-hari," katanya, Selasa (17/3/2026).

8. Penyelidikan dilakukan secara ilmiah dan tidak terburu-buru

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses pengungkapan penyebab ledakan dilakukan dengan metode scientific investigation, termasuk analisis laboratorium, agar hasilnya akurat dan tidak menimbulkan spekulasi.

"Kami melakukan scientific investigation. Pembuktian ilmiah nanti yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Karena ini menyangkut dugaan bahan kimia, pengambilan sampel di TKP menggunakan peralatan khusus dari Labfor yang butuh ketepatan dan ketelitian," paparnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kapolda Jatim Sebut Masih Ada 58 Korban Ponpes yang Belum Ditemukan"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads