Satlantas Polresta Sidoarjo menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di Jalan Letjen Sutoyo. Kebijakan ini dilakukan menyusul peningkatan volume kendaraan, khususnya bus, yang mencapai sekitar 30 persen atau lebih saat arus mudik Lebaran 2026.
Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, AKP Yudhi Anugrah Putra mengatakan, lonjakan kendaraan tersebut menyebabkan kepadatan cukup tinggi di kawasan tersebut.
"Terjadi peningkatan volume kendaraan bus sekitar 30 persen sehingga arus lalu lintas cukup padat. Untuk memperlancar, kami berlakukan sistem one way di Jalan Letjen Sutoyo," kata Yudhi kepada detikJatim, Rabu (18/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rekayasa tersebut, petugas membuat dua lajur yang difokuskan untuk kendaraan dari arah Sidoarjo menuju Waru. Sementara kendaraan dari arah Sidoarjo yang hendak belok kiri ke Jalan Letjen Sutoyo, dialihkan untuk tetap lurus menuju Surabaya.
"Yang dari arah Sidoarjo menuju Letjen Sutoyo, belok kiri kami tutup dan diarahkan lurus ke Surabaya. Ini cukup efektif untuk menekan kepadatan," jelasnya.
Yudhi menegaskan, penerapan sistem one way ini bersifat situasional, tergantung kondisi arus lalu lintas di lapangan.
"Ini tidak bersifat tetap. Kami berlakukan saat terjadi kepadatan. Tujuannya semata-mata untuk melancarkan arus lalu lintas," ujarnya.
Rekayasa ini mulai diterapkan sejak 17 Maret 2026 dan direncanakan berlangsung hingga 18 Maret 2026 selama periode arus mudik. Namun, kepolisian akan terus melakukan evaluasi untuk menentukan apakah kebijakan tersebut perlu diperpanjang.
"Kalau memang masih padat, akan kami berlakukan kembali karena terbukti cukup efektif," tambahnya.
Selain itu, Satlantas juga menyiapkan sekitar 30 personel untuk mengamankan jalannya rekayasa lalu lintas. Penempatan petugas dilakukan di sejumlah titik, termasuk gang-gang kecil di sekitar lokasi.
"Di Jalan Letjen Sutoyo ini banyak gang kecil. Kalau tidak kami tutup, bisa terjadi crossing yang mengganggu sistem one way yang sudah kami buat," pungkasnya.
Ke depan, pihak kepolisian juga akan melakukan evaluasi menjelang arus balik Lebaran untuk menentukan waktu penerapan rekayasa serupa.
"Untuk arus balik, nanti kami lihat dulu kapan puncaknya. Setelah itu baru kami tentukan langkah selanjutnya," tandas Yudhi.
(irb/hil)
