Dirawat 17 Tahun, Bandeng 19 Kg Juara dan Laku Rp 50 Juta di Gresik

Dirawat 17 Tahun, Bandeng 19 Kg Juara dan Laku Rp 50 Juta di Gresik

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Selasa, 17 Mar 2026 21:30 WIB
Kontes Bandeng Kawak di Gresik
Kontes Bandeng Kawak di Gresik (Foto: Istimewa)
Gresik -

Sisiknya mengilap di bawah sorot lampu, tubuhnya tebal memanjang hingga 114 sentimeter. Seekor bandeng kawak berbobot 19 kilogram itu ditaruh di meja kontes, menjadi yang paling berat di antara deretan bandeng lain. Di tangan Syaifullah Mahdi, petambak asal Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, bandeng itu adalah hasil dari kesabaran yang dirawat bertahun-tahun.

"Kalau melihat tahun-tahun yang lalu, berat bandeng yang kami budidayakan bisa besar. Masa budidayanya sekitar 17 sampai 18 tahun," ujar Syaifullah, Senin (16/3/2026) malam.

Belasan tahun bukan waktu yang singkat. Dalam rentang itu, bandeng dipelihara dengan ketelatenan, dijaga kualitas air tambaknya, serta diberi pakan secara konsisten hingga tumbuh perlahan menjadi bandeng kawak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada akhirnya, ketelatenan itu terbayar. Bandeng milik Syaifullah keluar sebagai juara pertama sekaligus mencatat rekor baru dalam kontes bandeng kawak pada Pasar Bandeng Gresik 2026 di kawasan Bandar Grissee. Saat memasuki sesi lelang, bandeng tersebut langsung menjadi pusat perhatian. Angka penawaran terus bergerak naik hingga akhirnya Petrokimia Gresik memboyongnya dengan nilai Rp 50 juta.

ADVERTISEMENT

Pasar Bandeng sendiri bukan sekadar arena kontes. Ini adalah ruang pertemuan antara tradisi, ekonomi, dan kebersamaan warga yang telah berlangsung turun-temurun menjelang Lebaran. Di sepanjang kawasan Bandar Grissee, aroma khas olahan bandeng, suara tawar-menawar, hingga penampilan seni tradisi berpadu menjadi satu suasana yang akrab bagi masyarakat Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut, tradisi ini menjadi bagian dari identitas daerah yang terus dijaga keberlangsungannya. Pihaknya terus berusaha konsisten menjaga tradisi itu.

"Banyak budaya, yang alhamdulillah satu per satu kami arsipkan dan juga kami lestarikan. Mulai dari Rebo Wekasan di Manyar, Malam Selawe di Kebomas, hingga Festival Bandeng Kawak yang hari ini kita rayakan melalui Pasar Bandeng. Ini adalah tradisi budaya yang terus kita jaga," ujarnya.

Menurutnya, geliat Pasar Bandeng juga menghadirkan dampak luas. Tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama para petambak dan pelaku usaha kecil.

"Festival-festival budaya ini punya multiplier effect, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Mudah-mudahan identitas Kabupaten Gresik terus terjaga. Kalau ingat bandeng, ya pasti ingat Kabupaten Gresik," tegasnya.

Dukungan terhadap sektor tambak pun terus diperkuat. Pemkab Gresik menyalurkan 9.825 ton pupuk bersubsidi bagi petani tambak, terdiri dari urea, SP-36, dan pupuk organik dengan harga jauh di bawah pasar. Kebijakan ini diharapkan menjaga produktivitas sekaligus kualitas bandeng Gresik.

"Selamat buat para petani tambak. Mudah-mudahan ini menjadi spirit dan motivasi agar terus membudidayakan bandeng yang ada di Kabupaten Gresik," tandasnya.

Sementara itu, Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menegaskan bahwa Pasar Bandeng kini telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI) sejak 2025. Penetapan ini menegaskan bahwa tradisi tersebut bukan sekadar keramaian musiman, melainkan bagian dari identitas budaya yang memiliki nilai sejarah dan sosial.

Dalam kontes tahun ini, juara kedua diraih Askin dari Desa Pangkahwetan dengan bandeng berbobot 14 kilogram. Sedangkan juara ketiga diraih Zainul Abidin dari Desa Watuagung dengan bobot 8 kilogram. Deretan bandeng besar itu menjadi bukti bahwa tradisi budidaya bandeng kawak di Gresik terus hidup dan berkembang.

Kemeriahan Pasar Bandeng semakin terasa dengan rangkaian acara lain, mulai dari santunan anak yatim, penampilan tari tradisi, hingga live cooking Chef Rudy Choiruddin. Sebanyak 2.000 porsi bandeng gratis dibagikan kepada masyarakat, menambah hangat suasana kebersamaan malam itu.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads