Mudik Asyik di Pacitan, Jalan-Jalan ke Museum hingga Berburu Senja

Mudik Asyik di Pacitan, Jalan-Jalan ke Museum hingga Berburu Senja

Purwo Sumodiharjo - detikJatim
Selasa, 17 Mar 2026 09:15 WIB
Sejumlah destinasi wisata yang bisa dikunjungi saat libur Lebaran.
Sejumlah destinasi wisata yang bisa dikunjungi saat libur Lebaran. (Foto: Purwo Sumodiharjo/detikJatim)
Pacitan -

Melanjutkan ekspedisi mudik via JLS Pacitan dari arah barat, detikJatim meninggalkan Kecamatan Punung. Tujuan berikutnya adalah Ibu Kota Kabupaten Pacitan. Jarak dua lokasi itu terpaut 25 kilometer dengan waktu tempuh setengah jam.

Kendati sebagian besar jalur yang dilalui berupa kelokan, nyaris tidak ada kendala berarti. Kondisi aspal cukup mulus, rambu dan penerangan jalan juga banyak terpasang di titik-titik strategis. Tentu saja, kendali laju kendaraan menjadi kunci keselamatan berkendara.

Tiba di pertigaan Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku, pemudik dapat memilih 2 opsi untuk melanjutkan perjalanan menuju pusat kota. Jalur pertama adalah Pringkuku-Sedeng-Pacitan. Sedangkan jalur kedua adalah Pringkuku-Dadapan-Pacitan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalur pertama merupakan akses alternatif yang mampu memangkas waktu tempuh. Hanya saja jalan dimaksud hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil. Meskipun secara umum kondisi jalan sangat layak, namun terdapat kelokan dan turunan ekstrem sedikitnya pada dua ruas. Petugas memasang portal untuk memastikan tak ada kendaraan besar masuk.

Adapun jalur kedua merupakan jalan utama Solo-Pacitan. Meskipun jaraknya lebih jauh ketimbang jalur alternatif via Sedeng, namun jalan nasional ini menyuguhkan kenyamanan.

ADVERTISEMENT

Ini karena jalanan itu cukup rata. Kalaupun ada turunan kondisinya cukup landai. Tak perlu khawatir membuat kampas rem aus. Kanan kiri jalan diapit hutan lebat yang menyejukkan mata.

Setibanya di Kota Pacitan beberapa spot dapat menjadi pilihan untuk istirahat sesaat. Sisa waktu yang ada pun dapat dimanfaatkan untuk menikmati panorama tanah kelahiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tidak itu saja, aneka kuliner khas 'Kota 1001 Gua' mudah ditemukan di warung-warung tradisional. Di pusat kota juga terdapat beberapa pusat oleh-oleh.

Sembari melepas penat, pemudik dapat mampir ke objek wisata yang ada. Sebut saja Museum dan Galeri SBY*ANI di tepi Jalan Lintas Selatan (JLS). Gedung yang megah dengan arsitektur gothik itu menyimpan sederet benda maupun diorama yang menggambarkan perjalanan hidup dan karir putra Pacitan presiden RI dua periode.

Ada pula beragam koleksi pribadi almarhumah Ny Ani Yudhoyono.

Destinasi lainnya adalah Pantai Pancer Dorr yang berada di ujung timur Teluk Pacitan. Senja di pantai yang menghadap langsung Samudera Indonesia itu menawarkan suasana teduh: paduan pemandangan laut, barisan pegunungan, serta bias kemerahan di atas horison yang tampak seperti lukisan alam.

Menikmati sore dengan secangkir kopi atau makanan berlauk ikan kian memanjakan selera pecinta kuliner.




(irb/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads