Mudik Pacitan dari Pintu Barat: Jalan Mulus, Aneka Fasilitas Tersedia

Mudik Pacitan dari Pintu Barat: Jalan Mulus, Aneka Fasilitas Tersedia

Purwo Sumodiharjo - detikJatim
Minggu, 15 Mar 2026 23:00 WIB
Jalan Lintas Selatan (JLS) via Pacitan
Jalan Lintas Selatan (JLS) via Pacitan (Foto: Purwo Sumodiharjo/detikJatim)
Pacitan -

Keberadaan Jalan Lintas Selatan (JLS) via Pacitan menjadi alternatif bagi pemudik menuju kampung halaman. Secara umum kondisi jalan cukup bagus lengkap dengan beragam fasilitas di sejumlah titik. Perjalanan mudik pun bakal lebih aman dan nyaman.

Untuk mengetahui kondisi terkini jalur mudik di 'Kota 1001 Gua', detikJatim melakukan ekspedisi. Penelusuran dimulai dari ujung Barat Pacitan hingga berakhir di wilayah Timur, yaitu perbatasan dengan Kabupaten Trenggalek. Sepanjang perjalanan terdapat berbagai objek menarik untuk dibagikan.

Kabupaten Pacitan sendiri memiliki dua pintu masuk dari arah Barat. Akses pertama adalah ruas Glonggong yang merupakan perbatasan Kecamatan Donorojo, Pacitan dengan Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, Jateng. Sedangkan akses kedua adalah ruas Mukus, Desa Cemeng berbatasan dengan Desa Tlogoharjo, Jateng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruas Glonggong merupakan jalan nasional. Tapal batas antarpovinsi ditandai dengan sepasang tugu megah bercorak Majapahit dengan tulisan 'PACITAN' pada salah satu bagiannya. Jalan lebar dengan median di tengahnya menyambut pengguna jalan yang masuk wilayah Jatim melalui ruas tersebut.

ADVERTISEMENT

Sedikit berbeda dengan Glonggong, ruang Mukus merupakan jalan provinsi. Meski badan jalan tak terlalu lebar, namun jalur ini relatif lebih sepi. Pengguna jalan tak perlu khawatir terhadap risiko kemacetan atau stagnasi kendaraan. Jalur Mukus juga terhubung langsung dengan JLS Jateng-Yogyakarta.

Baik jalur Glonggong maupun Mukus bertemu pada satu ruas yang sama, yaitu di Pertigaan Bleruk. Dari wilayah di ujung Barat Kecamatan Punung tersebut pemudik dapat melanjutkan perjalanan menuju Kota Pacitan atau wilayah sekitarnya. Hanya diperlukan waktu tempuh setengah jam dari Punung menuju Ibu Kota Pacitan.

Beragam kebutuhan pemudik tersedia di wilayah yang dikenal sebagai 'Kota Prasejarah' ini. Di antaranya tempat ibadah berupa masjid yang terletak di seberang pertigaan Klayar/Gua Gong atau 100 meter sebelum pasar. Di area tersebut juga terdapat pusat oleh-oleh dan SPBU yang buka 24 jam.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads