5 ABK Terombang-ambing 12 Jam Usai Kapal Karam di Laut Trenggalek

5 ABK Terombang-ambing 12 Jam Usai Kapal Karam di Laut Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikJatim
Senin, 16 Mar 2026 15:56 WIB
5 ABK Terombang-ambing 12 Jam Usai Kapal Karam di Laut
Keluarga korban kapal tenggelam di Trenggalek/Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim
Trenggalek -

Sebuah kapal nelayan karam di perairan selatan Trenggalek setelah menabrak karang. Lima Anak Buah Kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri setelah 12 jam terombang-ambing di tengah laut.

Insiden kecelakaan laut menimpa KM Natasya 01 pada Minggu (15/3/2026) malam di dekat Pulau Solimo, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Nakhoda kapal Musoleh (36) warga Pekalongan, Jawa Tengah, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.

"Tadi malam itu kami berencana mau kembali ke Pelabuhan Popoh Tulungagung setelah melaut selama 18 hari, sejak 26 Februari," kata Musoleh, Senin (16/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat melintas di perairan selatan Trenggalek, tiba-tiba kapal menabrak pulau karang. Akibatnya, dalam kurun waktu lima menit, kapal langsung karam bersama seluruh muatan. Nakhoda bersama empat ABK berusaha menyelamatkan diri dengan berenang menggunakan penutup palka boks penyimpanan ikan.

ADVERTISEMENT
5 ABK Terombang-ambing 12 Jam Usai Kapal Karam di Laut5 ABK Terombang-ambing 12 Jam Usai Kapal Karam di Laut Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim

"Kami bertahan di tutup palka kurang lebih selama 12 jam, dari jam 8 malam sampai 8 pagi. Hingga akhirnya kami bertemu dengan kapal nelayan pancing yang lain dan diselamatkan. Dengan tali kami ditarik dan dinaikkan kapal," ujarnya.

Seluruh korban selanjutnya dievakuasi ke lereng batu di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo. Tim SAR gabungan yang menerima informasi tersebut langsung turun tangan untuk mengevaluasi pada korban.

Kelima korban adalah Musoleh (36) selaku nakhoda, Wahyu, Supri, Rendi Irawan dan Bayu, seluruhnya warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Tangis haru langsung pecah saat pemilik kapal bertemu dengan kelima anak buahnya dalam kondisi selamat. "Nggak apa-apa, yang penting selamat," ucap pemilik kapal sambil berpelukan.

Para korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Watulimo untuk dilakukan pemeriksaan medis. Seluruh kru KM Natasya 01 tersebut dinyatakan sehat, namun beberapa mengalami kelelahan akibat bertahan 12 jam di tengah laut.

Akibat kejadian tersebut, pemilik kapal mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar karena kapal dan seluruh isinya karam dan tidak dapat terselamatkan.

Kapolsek Watulimo AKP Sunarto mengatakan, kapal nelayan pancing tersebut biasanya beroperasi di perairan selatan Trenggalek dan Tulungagung. Mereka berangkat melaut dari Pelabuhan Popoh Tulungagung.

"Sebetulnya tadi malam itu sudah waktunya pulang dengan membawa ikan sekitar 1 ton. Namun, di selatan Watulimo mengalami kecelakaan," ujarnya.

Saat ini seluruh korban telah diserahkan kepada pemilik kapal selaku penanggung jawab dan selanjutnya dibawa pulang ke Tulungagung.

Pihaknya mengimbau seluruh nelayan yang beraktivitas di selatan Trenggalek untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati, sebab gelombang laut saat ini cenderung tinggi.



(dpe/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads