Pakar Konstruksi Ingatkan Bahaya Suramadu Usai Besi Pelindung Dicuri

Pakar Konstruksi Ingatkan Bahaya Suramadu Usai Besi Pelindung Dicuri

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 16 Mar 2026 17:30 WIB
Potret Arus Lalu Lintas di Jembatan Suramadu saat Mudik Idul Adha
Jembatan Suramadu. (Foto: dok. Rifki Afifan Pridiasto/detikJatim)
Surabaya -

Besi pelindung tiang pancang di Jembatan Suramadu dicuri. Ahli Teknik Sipil Struktur ITS, Mudji Irmawan menyatakan bahwa pencurian besi pelindung tiang pancang itu akan membahayakan struktur jembatan.

Berdasarkan temuan petugas, ada 4 balok besi anti karat pelindung tiang pancang Suramadu yang diamankan. Masing-masing balok diketahui memiliki berat kurang lebih 120 kilogram. Besi tiang pancang yang dicuri itu bisa membahayakan material.

"Pencurian besi pelindung yang terbuat dari seng 99% akan berakibat pada tiang pancang mudah korosi pada daerah pasang surut itu. Penjelasan tekniknya itu," kata Mudji saat dihubungi detikJatim, Senin (16/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bila tiang pancang mengalami korosi, maka menurutnya hal itu bisa sangat berbahaya. Bahkan, menurutnya, korosi yang terjadi pada tiang pancang bisa membuat jebatan roboh.

"Kalau tiang pancangnya korosi ya jebol, ambruk," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Dia pun meminta pihak terkait melakukan inspeksi menyeluruh terhadap Jembatan Suramadu setelah pencurian tersebut. Sebab, kata dia, pencurian di jembatan penghubung Surabaya dan Madura itu sudah sering terjadi.

"Perlu dilakukan inspeksi secara menyeluruh terhadap semua tiang pancang Suramadu, terutama di daerah Pasang Surut. Sering memang pencurian," katanya.

Selain itu, tiang pancang yang dicuri itu harus segera diganti. Agar korosi tidak semakin menyebar.

"Inspeksi dulu. Inspeksi dulu secara menyeluruh kemudian pada tiang pancang-tiang pancang yang sudah hilang proteksi korosinya harus segera dipasang kembali," urainya.

"Jadi kondisi seperti itu membahayakan secara jangka panjang maupun jangka pendek. Kalau jangka panjangnya ya korosi semua tiang pancangnya. Dan tiang pancang itu pekerjaan yang mahal juga waktu Suramadu dulu," pungkasnya.



(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads