- Cara Nabi Merasakan Idulfitri 1. Mengumandangkan Takbir Sejak Malam 1 Syawal 2. Mandi, Berpakaian Terbaik, dan Memakai Wewangian 3. Makan Kurma dalam Jumlah Ganjil Sebelum Salat Id 4. Menunaikan Zakat Fitrah Sebelum Salat Id 5. Berangkat dan Pulang Salat Id Melalui Jalan yang Berbeda 6. Membaca Surat Qaf dan Al-Qamar saat Salat Id 7. Bersilaturahmi dan Saling Mendoakan
- Makna Idulfitri dalam Sejarah Islam
Idulfitri tidak hanya identik dengan baju baru, ketupat, atau opor ayam. Dalam ajaran Islam, hari raya ini juga memiliki sejumlah amalan sunah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Cara Rasulullah merayakan Idulfitri penuh dengan nilai ibadah, rasa syukur, serta kepedulian sosial yang bisa diteladani umat Muslim hingga saat ini.
Lalu, bagaimana sebenarnya Nabi Muhammad SAW menyambut dan merayakan 1 Syawal? Berikut penjelasannya.
Cara Nabi Merasakan Idulfitri
Dirangkum dari berbagai slumber, berikut beberapa sunah Idulfitri yang dilakukan Rasulullah dan dianjurkan untuk diikuti umat Muslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Mengumandangkan Takbir Sejak Malam 1 Syawal
Gema takbir menjadi salah satu ciri khas datangnya Hari Raya Idulfitri. Rasulullah SAW menghidupkan malam Idulfitri dengan memperbanyak takbir hingga pagi hari sebelum pelaksanaan salat Id.
Takbir ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT setelah umat Muslim menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan.
2. Mandi, Berpakaian Terbaik, dan Memakai Wewangian
Rasulullah SAW juga memperhatikan penampilan saat Hari Raya Idulfitri. Beliau diketahui memiliki pakaian khusus yang dikenakan pada hari raya dan hari Jumat.
Sebelum berangkat menuju tempat salat Id, Nabi Muhammad SAW juga dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu dan memakai wewangian. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari yang suci dan penuh kebahagiaan.
3. Makan Kurma dalam Jumlah Ganjil Sebelum Salat Id
Salah satu sunah yang sering dilakukan Rasulullah SAW sebelum salat Id adalah makan kurma dengan jumlah ganjil, seperti satu, tiga, atau lima butir.
Kebiasaan ini menjadi penanda bahwa pada hari Idulfitri umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa. Dengan makan sebelum berangkat salat Id, umat Muslim menegaskan bahwa puasa Ramadan telah berakhir.
4. Menunaikan Zakat Fitrah Sebelum Salat Id
Kepedulian sosial menjadi salah satu nilai penting dalam perayaan Idulfitri. Rasulullah SAW menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Id dimulai.
Tujuannya agar kaum fakir miskin dapat merasakan kebahagiaan yang sama saat merayakan Hari Raya Idulfitri.
5. Berangkat dan Pulang Salat Id Melalui Jalan yang Berbeda
Ada kebiasaan unik yang dilakukan Rasulullah SAW saat berangkat dan pulang dari salat Id. Beliau melalui jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang.
Tujuan dari sunah ini adalah agar Nabi dapat bertemu lebih banyak orang, menyapa masyarakat, serta menyebarkan kebahagiaan dan salam kepada mereka yang ditemui di sepanjang perjalanan.
6. Membaca Surat Qaf dan Al-Qamar saat Salat Id
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW sering membaca Surat Qaf pada rakaat pertama dan Surat Al-Qamar pada rakaat kedua ketika melaksanakan salat Id.
Kedua surat tersebut berisi pengingat tentang kebesaran Allah SWT serta pentingnya menjaga sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari.
7. Bersilaturahmi dan Saling Mendoakan
Setelah melaksanakan salat Id, Rasulullah SAW dan para sahabat biasanya saling bersilaturahmi serta mendoakan satu sama lain.
Ucapan yang sering disampaikan adalah:
"Taqabbalallahu minna wa minkum."
Ucapan tersebut memiliki arti: Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.
Makna Idulfitri dalam Sejarah Islam
Idulfitri pertama kali dirayakan oleh umat Islam pada tahun 2 Hijriah, setelah kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar. Peristiwa tersebut menjadi simbol kemenangan setelah perjuangan besar yang dilalui umat Islam.
Karena itu, makna Idulfitri sejatinya bukan hanya perayaan semata, tetapi juga momentum untuk bersyukur, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Dengan meneladani sunah-sunah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat Idulfitri, umat Muslim diharapkan dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh makna dan keberkahan.
(ihc/ihc)











































