Prabowo Kaji Potong Gaji Menteri-DPR Hadapi Krisis Konflik Timur Tengah

Kabar Nasional

Prabowo Kaji Potong Gaji Menteri-DPR Hadapi Krisis Konflik Timur Tengah

Firda Cynthia Anggrainy - detikJatim
Sabtu, 14 Mar 2026 04:40 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Dok. YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Dok. YouTube Setpres)
Surabaya -

Presiden Prabowo Subianto meminta kabinetnya mengkaji penghematan BBM. Dia juga mencontohkan penerapan kebijakan pemotongan gaji menteri hingga DPR sebagai langkah adaptif menghadapi situasi konflik di Asia Barat atau Timur Tengah.

Berkaitan dengan kebijakan penghematan energi tersebut, Prabowo mencontohkan Pakistan yang turut memotong gaji anggota kabinet dan anggota parlemen. Dia sampaikan itu saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa memastikan situasi di dalam negeri akan tetap aman di tengah krisis yang muncul akibat konflik di Timur Tengah tanpa adanya langkah-langkah yang proaktif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita. Banyak negara-negara sudah melakukan langkah-langkah," kata dia.

"Banyak negara sudah melakukan langkah-langkah. Mungkin Seskab ada slide untuk memberitahu, berapa langkah. Ini ada langkah Pakistan. Ini hanya sebagai perbandingan," kata Prabowo seraya menampilkan paparan grafis tentang langkah-langkah pemerintah Pakistan dalam situasi krisis.

ADVERTISEMENT

Prabowo mengatakan Pakistan menerapkan work from home bagi pemerintahan dan swasta. Hari kerja juga dipotong menjadi empat hari.

"Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures. Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID. Mereka melaksanakan work from home untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50% bekerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong jadi hanya empat hari," katanya.

Prabowo melanjutkan, Pakistan juga memotong gaji menteri-menteri dan anggota DPR. Penyesuaian anggaran tersebut digunakan untuk membantu masyarakat lemah.

"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau lemah," katanya.

Prabowo melanjutkan, Pakistan juga memotong semua ketersediaan BBM untuk semua kementerian dan mewajibkan 60% kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan setiap saat. Kemudian, kata Prabowo, Pakistan juga menghentikan semua belanja asing, belanja kendaraan, belanja mebel dan semua lembaga pemerintahan untuk waktu yang tidak ditentukan.

"Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri mereka kurangi tidak boleh menggunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta. Kemudian semua lembaga pendidikan tinggi, mereka pindah ke online. Kemudian semua sekolah berhenti untuk dua minggu, ya ini mungkin menghadapi Idul Fitri," katanya.

Prabowo mengatakan apa yang dilakukan pemerintah Pakistan menjadi contoh dalam menghadapi situasi krisis. Dia pun meminta langkah-langkah terkait itu perlu dikaji dalam upaya melakukan penghematan.

"Ini hanya contoh. Maksud saya, ini ada berapa hari, saya kira kita bisa mengkaji masalah ini. Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya 2-3 tahun kita akan sangat kuat tapi tetap kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita harap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kira tidak tambah," katanya.

Baca selengkapnya di sini.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads