Petugas Tol di Jatim Siaga 24 Jam Antisipasi Mudik Lebaran 2026

Petugas Tol di Jatim Siaga 24 Jam Antisipasi Mudik Lebaran 2026

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Jumat, 13 Mar 2026 11:00 WIB
Jalan tol lokasi sopir truk ditembak di tol Sidoarjo-Surabaya sebelum gerbang exit Tol Waru.
Ilustrasi jalan tol (Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJatim)
Surabaya -

Pengelola jalan tol di Jawa Timur menyiagakan puluhan petugas selama periode arus mudik hingga balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tol tetap aman dilalui pemudik, termasuk mengantisipasi potensi jalan berlubang, genangan air, hingga cuaca buruk.

Selain menyiapkan tim siaga di berbagai ruas tol, PT Jasamarga Transjawa Tol juga menghentikan pekerjaan konstruksi sementara sejak 11 Maret 2026. Sejumlah peralatan seperti pompa, ambulans, hingga kendaraan derek turut disiapkan untuk mengatasi gangguan di jalur tol selama musim mudik.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan volume lalin yang cukup tinggi selama arus mudik hingga balik 2026, konstruksi di jalan tol saat ini sudah dihentikan per tanggal 11 Maret 2026. Namun tim untuk penanggulangan lubang atau genangan tetap disiagakan 24 jam di ruas jalan tol Jasamarga Grup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan untuk di wilayah Jawa Timur yang kami dapatkan untuk total tim antisipasi genangan dan juga longsoran itu kami totalnya sekitar 14 tim dan untuk jumlah pompa kami juga sudah menyiapkan 12 pompa," kata Ria, Jumat (13/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ria menjelaskan, petugas yang disiagakan beserta pompa, untuk mengantisipasi setiap gangguan dan genangan yang terjadi di jalan tol akibat cuaca buruk. Selain itu, ada personel on call yang juga disiagakan.

"Untuk Ngawi-Kertosono mencapai 33 orang, Surabaya-Mojokerto 23 orang, Gempol-Pandaan 8, Pandaan-Malang 14 dan Surabaya-gempol 50. Jadi, ini adalah petugas yang akan stand by di layanan otoritas kami," ujarnya.

Tak hanya itu, 1 rescue, 2 PJR, 2 ambulans, 3 patroli, sampai 4 kendaraan derek juga disiapkan. Lalu, risiko-risiko yang akan timbul untuk meyakinkan bahwa jalan tol siap untuk dilewati pada saat arus mudik dan balik, termasuk fungsional nanti juga telah diidentifikasi.

"Kami juga telah mempersiapkan untuk misalnya terjadi bencana-bencana atau yang akan timbul, kami mempersiapkan adanya alat-alat berat untuk membantu nanti pada saat ketika terjadi adanya potensi-potensi hazard tersebut," bebernya.

"Kemudian, terkait dengan antrean pun kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Kepolisian maupun Dinas Perhubungan untuk nanti di simpangnya di Situbondo Barat," jelasnya.

"Jadi kami akan memastikan bahwa ketika nanti fungsional Lebaran, semuanya itu akan berjalan dengan baik tanpa mengalami suatu kendala apa pun juga," imbuhnya.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads