Polemik Menu MBG Lele Mentah Berujung SPPG di Pamekasan Ditutup

Round Up

Polemik Menu MBG Lele Mentah Berujung SPPG di Pamekasan Ditutup

Auliyau Rohman - detikJatim
Jumat, 13 Mar 2026 09:15 WIB
Viral menu makan bergizi gratis (MBG) berupa lele mentah, sajian ini pun langsung ditolak oleh SMA Negeri 2 Pamekasan.
Viral menu makan bergizi gratis (MBG) berupa lele mentah (Foto: Istimewa)
Pamekasan -

Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pademawu Buddagan, Kabupaten Pamekasan, dihentikan sementara. Langkah ini diambil setelah muncul laporan terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyajikan lele mentah marinasi.

Pihak SPPG sebelumnya sempat menjelaskan, metode marinasi dilakukan untuk memperlambat proses pembusukan sekaligus menjaga makanan tetap aman dikonsumsi saat berbuka puasa.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN) Albertus Dony Dewantoro mengatakan, penghentian sementara operasional dilakukan setelah dilakukan peninjauan terhadap persoalan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan pertimbangan pimpinan BGN, permasalahan tersebut dinilai telah menghambat proses distribusi dalam program MBG. Oleh karena itu, operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan untuk sementara waktu dihentikan," kata Dony dalam keterangannya, dikutip dari detikHealth, Rabu (11/3/2026).

Menurut Dony, keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari langkah evaluasi terhadap proses pengolahan hingga penyajian makanan dalam program MBG di wilayah tersebut. Selama masa penghentian, pihak terkait akan melakukan pembinaan serta perbaikan terhadap sistem operasional dapur layanan.

ADVERTISEMENT

"Operasional SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang," ujarnya.

Video Lele Mentah Viral

Sebelumnya, video yang menampilkan menu MBG berupa lele mentah di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan viral di media sosial pada Senin (9/3).

Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Kuttawakil menjelaskan, penggunaan lele marinasi dalam menu tersebut memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.

"Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari," jelasnya.

SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani 3.329 penerima manfaat. Mereka terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.

BGN Sempat Sebut Video Tak Tampilkan Seluruh Menu MBG

Sebelum SPPG di wilayah Pademawu Buddagan, Kabupaten Pamekasan, itu dihentikan sementara, BGN sempat buka suara dan memberikan penjelasan terkait video viral tersebut.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan berdasarkan laporan dari lapangan paket makanan yang disiapkan SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan terdiri dari beberapa komponen menu.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi," kata Nanik dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3).

Menurutnya, menu MBG yang disiapkan saat itu meliputi lele marinasi, tahu, dan tempe ukep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga. BGN menegaskan setiap menu dalam program MBG disusun mempertimbangkan keseimbangan gizi sekaligus standar keamanan pangan.

"Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan," ujarnya.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads