Fakta-fakta Viral MBG Lele Mentah Ditolak SMAN 2 Pamekasan

Fakta-fakta Viral MBG Lele Mentah Ditolak SMAN 2 Pamekasan

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Rabu, 11 Mar 2026 11:15 WIB
Viral menu makan bergizi gratis (MBG) berupa lele mentah, sajian ini pun langsung ditolak oleh SMA Negeri 2 Pamekasan.
Viral menu makan bergizi gratis (MBG) berupa lele mentah/Foto: Istimewa
Pamekasan -

Video penolakan paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Pamekasan viral di media sosial dan memicu perdebatan publik. Dalam video tersebut, pihak sekolah menolak distribusi makanan karena menilai menu yang dikirim tidak layak dibagikan kepada para siswa.

Menu yang menjadi sorotan adalah ikan lele yang disebut masih mentah bahkan disebut masih hidup. Pihak sekolah khawatir kondisi tersebut bisa menyebabkan makanan cepat membusuk dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jika tetap dibagikan kepada siswa.

Berikut fakta-fakta viralnya penolakan menu MBG di SMAN 2 Pamekasan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Sekolah Menolak Paket MBG Berisi Lele Mentah

Penolakan dilakukan oleh pihak SMAN 2 Pamekasan pada Senin (9/3/2026) terhadap paket MBG yang dikirim dari dapur penyedia makanan. Dalam paket tersebut terdapat dua potong tempe, dua potong tahu, dan satu ekor lele yang disebut masih mentah sehingga dianggap tidak layak langsung dibagikan kepada siswa.

Perwakilan sekolah menjelaskan bahwa kondisi lele yang masih mentah atau hidup dikhawatirkan tidak bertahan hingga waktu makan siang karena bisa cepat membusuk dan memengaruhi kualitas makanan lainnya dalam satu paket.

ADVERTISEMENT

"Lele yang masih hidup ini diperkirakan akan membusuk sekitar pukul 12.00 WIB siang dan bisa merusak makanan lainnya. Jadi mohon maaf kepada pihak dapur, sekolah mengambil sikap demi keselamatan anak-anak," ujar perwakilan sekolah dalam video tersebut.

2. Dikhawatirkan Berujung Jadi Sampah di Sekolah

Selain alasan keamanan pangan, pihak sekolah juga mempertimbangkan kemungkinan makanan tersebut tidak akan dimakan oleh siswa karena tidak bisa langsung dikonsumsi. Jika tetap dibagikan, sekolah khawatir makanan itu justru akan dibuang dan menjadi sampah.

Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan tujuan program MBG yang seharusnya memberikan asupan gizi sekaligus memastikan makanan benar-benar dikonsumsi oleh para siswa di sekolah.

"Ini sangat disesalkan oleh sekolah, karena terus terang nanti akan menjadi sampah di sekolah karena kemungkinan akan dibuang oleh anak-anak," lanjut perwakilan sekolah.

3. Sekolah Usulkan Evaluasi hingga Putus Kontrak Dapur MBG

Sebagai penerima layanan MBG, pihak sekolah menyatakan akan menyampaikan laporan resmi kepada pihak terkait terkait kualitas makanan yang didistribusikan oleh dapur penyedia. Bahkan muncul usulan agar dilakukan evaluasi terhadap dapur penyedia hingga kemungkinan memutus kontrak kerja sama.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas distribusi makanan program MBG agar ke depan menu yang diberikan benar-benar layak dan dapat diterima oleh siswa di sekolah.

"Kepada Bapak dan Ibu Guru mohon kesabarannya. Tindakan ini kami lakukan demi perbaikan kualitas ke depan," tutup pernyataan dalam video tersebut.

4. SPPG Sebut Lele yang Dikirim Merupakan Lele Marinasi

Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As-Salman Buddagan memberikan klarifikasi terkait menu yang dipersoalkan oleh sekolah. Ahli gizi SPPG menyebut bahwa ikan yang dikirim sebenarnya bukan lele mentah biasa, melainkan lele marinasi yang diproses dengan metode tertentu.

Metode tersebut dipilih karena dinilai dapat menjaga kandungan gizi ikan lele sehingga tetap tinggi ketika dikonsumsi oleh para penerima program MBG.

"Lele yang dipersoalkan itu adalah lele marinasi," jelas Fikri dalam video klarifikasinya.

5. BGN Sebut Video Tak Tampilkan Seluruh Menu MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) juga memberikan penjelasan setelah video penolakan menu MBG tersebut viral di media sosial. Menurut BGN, video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan menu yang sebenarnya disiapkan oleh pihak dapur.

BGN menyebut paket makanan MBG saat itu sebenarnya terdiri dari beberapa komponen tambahan seperti roti pizza, telur rebus, susu full cream, hingga buah naga yang tidak terlihat dalam video karena paket makanan tidak dikeluarkan dari kendaraan distribusi.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi," kata Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3).

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 107 Warga Tanjungsari Bogor Diduga Keracunan Mie Ayam MBG "
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads