5 Troublespot di Mojokerto, Simak Jalur Alternatif dan Rekayasa Lalin

5 Troublespot di Mojokerto, Simak Jalur Alternatif dan Rekayasa Lalin

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Kamis, 12 Mar 2026 22:50 WIB
Jalur troublespot di Mojokerto
Jalur troublespot di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota terdapat 5 titik rawan kemacetan (Troublespot) saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri. Polisi menyiapkan jalur-jalur alternatif dan rekayasa lalu lintas mengantisipasi kepadatan.

Dua troublesot berada di Jalan Bypass Mojokerto. Pertama, Perlintasan kereta api (KA) Sekarputih. Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota AKP Ninit Titis Dewiyani menjelaskan, titik ini rawan macet karena kendaraan harus melambat di perlintasan, volume kendaraan di jalan nasional ini cukup padat, serta kondisi jalan bergelombang.

"Kedua, penyempitan jalan di Jembatan Gunung Gedangan sehingga kendaraan melintas bergantian, volume kendaraan cukup padat, serta jalan bergelombang," jelasnya kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berkaca dari arus mudik lebaran tahun lalu, kepadatan kendaraan di jalan nasional ini terjadi sejak H-2 Hari Raya Idul Fitri. Itu pun antrean kendaraan sebatas padat merayap. Oleh sebab itu, sejumlah jalur alternatif disiapkan bagi para pemudik agar tidak terjebak macet di jalur ini.

"Kami juga menyiapkan Pos Pelayanan di Simpang 4 Sekarputih untuk istirahat para pemudik kalau lelah," terang Titis.

ADVERTISEMENT

Bagi para pemudik dari arah Surabay bisa melewati 3 jalur alternatif. Yaitu Simpang 4 Sekarputih ke kiri, Kepuhanyar, Damarsi, Simpang 3 Kantor Kecamatan Bangsal ke kanan, Simpang 5 Kenanten ke kiri mengarah ke Jombang.

Bisa juga lewat Simpang 3 Tarik ke kanan, Simpang 3 Rolak Tiga ke kiri, Jalan Raya Mlirip, Lespadangan, Kemantren, Gedeg, PG Gempolkrep, Ploso, Jombang. Jalur alternatif lainnya Simpang 4 Sekarputih ke kanan, Jalan Empunala, Gajah Mada, Pahlawan, Raden Wijaya, Majapahit, RA Basuni, keluar di Simpang 3 Jampirogo.

Sedangkan bagi para pemudik dari arah Jombang, alternatifnya melewati Simpang 3 Kedungmaling ke kiri, Jalan Sambiroto, Surodinawan, Tribuwana Tunggadewi, Brawijaya, Hayam Wuruk, Mayjen Sungkono, Jatikulon, Raya Ijen, Simpang 4 Mertex ke kiri mengarah ke Surabaya.

Bisa juga melewati Simpang 3 Jampirogo ke kiri, lurus di Jalan RA Basuni, Jalan Brawijaya, Kartini, WR Soepratman, Taman Siswa, Gajah Mada, Jembatan Gajah Mada ke kanan, Raya Mlirip, Simpang 3 Rolak Tiga ke kanan, keluar di Simpang 3 Tarik mengarah ke Surabaya.

"Contraflow alternatif terakhir karena berisiko. Kami harus menyiapkan banyak personel untuk menutup gang-gang saat arus lalu lintas dijadikan satu arah," ujar KBO Satlantas Polres Mojokerto Kota Iptu Lukman Basoni.

Titik rawan macet ketiga di sisi utara Jembatan Gajah Mada. Sebab troublespot ini menjadi pertemuan arus lalu lintas dari arah Jombang, Surabaya dan Kota Mojokerto. Menurut Basoni, kepadatan biasa terjadi karena arus anjangsana atau silaturahmi pada H1, H2 dan H+1 Lebaran Idul Fitri.

Jika terjadi kepadatan di titik ini, pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas memanfaatkan jalan di depan PT Ajinomoto yang sejajar dengan Jalan Raya Mlirip. Pemudik dari arah Jombang diarahkan melewati jalan tersebut menuju ke Surabaya. Sedangkan yang akan masuk ke Kota Mojokerto, harus memutar balik di depan PT Ajinomoto.

"Yang dari arah Surabaya, bisa langsung belok kiri untuk masuk ke kota atau lurus untuk ke Jombang. Nantinya kami bagi jalur dengan membentangkan tali, juga kami tempatkan tim urai di utara jembatan dan di depan Ajinomoto," cetusnya.

Dua troublespot berada di dalam Kota Mojokerto. Pertama, Simpang 3 Sanrio yang biasa padat pada H-4 sampai H-1 Hari Raya Idul Fitri karena aktivitas masyarakat yang berbelanja. Keluar masuk kendaraan dari area parkir menghambat arus lalu lintas dari barat dan timur Jalan Bhayangkara. Ditambah lagi area parkir swalayan dan pertokoan mepet dengan jalan.

Ketika lalu lintas padat di titik ini, kata Basoni, pihaknya menerapkan sistem contraflow. Jalan Bhayangkara dari Simpang 3 Topsell sampai Simpang 3 Sanrio berlaku satu arah dari timur ke barat. Sedangkan kendaraan dari barat ke timur dialihkan ke Jalan PB Sudirman.

Titik rawan macet kedua di Simpang 4 PMI. Menurut Basoni, kepadatan di troublespot ini biasa terjadi menjelang maupun selama Hari Raya Idul Fitri. Karena titik ini menjadi akses masuk para pengendara sepeda motor ke Kota Mojokerto via Jembatan Lespadangan bagi masyarakat yang hendak belanja maupun anjangsana.

Kendaraan dari arah jembatan lantas bersilangan dengan arus lalu lintas dari Alun-alun Wiraraja dan Jalan Brawijaya. Untuk mengantisipasi kemacetan, menurut Basoni, kendaraan dari Jembatan Lespadangan dialihkan ke kiri melewati Jalan Hayam Wuruk, Simpang 3 Rumah Rakyat ke kanan, Jalan Letkol Sumardjo, Jalan A Yani, Jalan Majapahit.

Sedangkan kendaraan dari Alun-alun Wiraraja bisa langsung lurus ke Jembatan Lespadangan. Begitu pula kendaraan dari Jalan Brawijaya bisa lurus ke Jalan Hayam Wuruk. Rekayasa lalu lintas juga diterapkan di sisi utara Jembatan Lespadangan untuk mencegah penumpukan kendaraan karena persilangan arus di depan jembatan.

"Di depan jembatan sisi utara, markah tengah kami pasang tali atau water barier. Kendaraan dari kota (selatan) mau ke timur harus ke kiri lebih dulu, baru memutar balik ke timur. Yang mau masuk kota dari arah barat lurus ke timur dulu, baru memutar balik untuk masuk ke jembatan," tandasnya.



(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads